Antisipasi Titik Rawan, Waspadai Pergerakan Money Politics 

Jelang Pemilu 2019 pada 17 April 2019 mendatang, Polrestabes Semarang terus menyiapkan pasukan dengan menggelar latihan dan simulasi Sispamkota di Lapangan Bhayangkara Akpol Semarang, Selasa (19/3/2019).(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

SEMARANG – Guna memastikan kesiapan setiap anggotanya dalam mengamankan Pemilu 2019 pada 17 April mendatang, Polrestabes Semarang kembali menggelar latihan dan simulasi Sispamkota di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Selasa (19/3/2019).

Titik rawan dan pergerakan calon bersama pendukung calon, serta antisipasi money politics menjadi salah satu fokus petugas untuk menciptakan kondusivitas mendekati pemungutan suara.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi mengatakan berdasarkan pengalaman di tahun 2014 silam, wilayah yang menjadi titik rawan adalah Semarang Utara dan Banyumanik. Apa yang pernah terjadi sebelumnya menjadi acuan awal petugas untuk melakukan langkah antisipasi.

“Jadi nanti kami lihat flashback ke pengalaman sebelumnya, histori yang ada, dan tentunya dilakukan langkah-langkah. Sehingga tanggal 17 April 2019 narkoba tidak ada permasalahan menonjol di tempat yang terindikasi rawan,” katanya usai simulasi Simpamkota di Lapangan Bhayangkara, Akpol, Semarang, Selasa (19/3/2019).

Terkait kerawanan, jelas Enriko, bisa dilihat dalam hal menjelang pemungutan suara. Petugas akan melihat masing-masing calon atau pendukung partai yang berusaha memenangkan calonnya, dan bagaimana cara calon mempengaruhi masyarakat.

“Money politics itu termsuk sasaran kami, biasanya pergerakannya di saat subuh. Hal-hal itu yang kami waspadai dan antisipasi supaya tidak ada kegiatan seperti itu. Jangan sampai ada yang mempengaruhi masyarakat dengan cara tidak benar,” jelasnya.

Sementara terkait personel pengamanan akan diterjunkan ke lokasi sebelum hari pemungutan. Mulai tempat penyimpanan surat suara, pendistribusian, sampai ke TPS-TPS. Personel juga akan ditempatkan di TPS paling tidak dua hari sebelum pemungutan suara tanggal 17 April.

“Intinya, Polri akan mengawal setiap pergerakan kotak suara, baik saat datang dan kembali akan tetap dijaga oleh kepolisian. Sehingga diharapkan pada saat dibawa ke TPS nantinya tidak ada kendala dan berjalan dengan lancar dan aman,” papar Enriko.

Enriko juga menyatakan bahwa kotak suara pada Pemilu 2019 ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Kota suara yang sekarang lebih ringan sehingga lebih mudah dalam mobilitas. Kekurangannya pada saat hujan karena bahan kotak suara berbahan kardus.

“Kekuranganya pada saat terjadi hujan saja. Tetapi sudah ada plastik yang disediakan dari KPU untuk membungkus kotak suara. Jadi tidak ada kendala apabila kena hujan. Kotak suara itu andai diduduki ataupun disimulasikan kemarin itu bukan kardus yang biasa. Itu didesain untuk lebih kuat. Itu semua ada segelnya oleh KPU,” pungkasnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.