Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi, Semarang Peringkat Kelima

Hingga Juli 2018, jumlah kematian ibu melahirkan di Semarang mencapai delapan kasus

SEMARANG – Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kota Semarang
menempati urutan kelima terbanyak di Jawa Tengah. Sampai dengan bulan
Juli pekan ketiga tahun 2018 jumlah AKI tesebut mencapai delapan kasus.

Ilustrasi

Hal itu berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh USAID-Jalin Project. Yakni Badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan
kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia.

Regional Manager Central Jawa USAID-Jalin Project, Hartanto Hardjono
menyebutkan, di Jawa Tengah masih ada lima daerah dengan jumlah AKI
yang terbilang masih tinggi. Selain Kota Semarang, peringkat pertama terjadi di Kabupaten Grobogan dengan 20 kasus.

Disusul kemudian di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Boyolali peringkat kedua dengan 13 kasus, Kabupaten Brebes dan Batang peringkat ketiga degan 10 kasus, dan di Kabupaten Sragen dan Klaten di peringkat keempat dengan sembilan kasus.

Hartanto Hardjono menjelaskan, kasus AKI tersebut sebenarnya masih
bisa dicegah. Dengan cara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
melakukan audit kematian. Sehingga akan diketahui penyebabnya dan
upaya pencegahan yang bisa dilaksanakan.

‘’Dengan (audit kematian) itu, bisa diketahui penyebabnya. Dan
selanjutnya bisa dilakukan upaya pencegahan. Sayangnya sampai dengan
saat ini, kami belum menerima audit kematian ibu melahirkan dan bayi
baru lahir tersebut,’’ katanya, Minggu (12/8/2018) .

Dia mengatakan, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Seperti meningkatkan mutu layanan, rujukan yang efektif, meningkatkan pemanfaatan JKN, dan meningkatkan tata kelola sistem kesehatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

Dia menilai, Kota Semarang sendiri sudah melakukan kreativitas untuk
menekan terjadinya kasus AKI. Dengan meluncurkan program Petugas
Surveilans Kesehatan (Gasurkes) untuk memantau ibu hamil, Mobil
Ambulance Hebat, dan Ambulance Motor untuk masyarakat.

‘’Program itu membuat ibu mau melahirkan tidak terlambat dibawa jika
harus dibawa ke rumah sakit atau rumah bersalin. Atau di Pemprov
Jateng juga di 2016 dicanangkan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng.
Program layanan kesehatan seperti ini bisa menurunkan angka kematian
ibu dan bayi baru lahir,’’ tandasanya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.