Angka Kematian Ibu karena Persalinan Masih Tinggi

DKK akan memberikan sanksi kepada rumah sakit atau bidan yang terbukti lalai

SOLO – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat angka kematian ibu (AKI) sebanyak 72,28 persen dari 100.000 angka kelahiran hidup disebabkan oleh proses persalinan. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan angka kematian ibu di tahun 2016 sebesar 40,55 persen. 

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo memberikan penghargaan kapada ibu hamil yang mengikuti kelas Ibu Hamil DKK Tahun 2018 di Pendhapi Gedhe, Balai Kota Solo, Rabu (7/11/2018). Foto: metrojateng.com

Kepala DKK Solo, Sri Wahyuningsih mengatakan kematian akibat persalinan sebagian besar disebabkan oleh perdarahan (28%) dan eklampsia (24%).

DKK merinci meningkatnya angka kematian ibu juga disebabkan oleh beberapa faktor risiko keterlambatan. Di antaranya, terlambat dalam mengambil keputusan, pelayanan persalinan yang tidak memadai, dan minimnya tenaga kesehatan, hingga fasilitas kesehatan pada saat emergency.

“Faktor lamanya penanganan pasien ini menjadi perhatian khusus kita. Masih banyak rumah sakit yang terlambat, sehingga membahayakan ibu dan anak,” ujarnya saat menghadiri Wisuda Kelas Ibu Hamil Dinas Kesehatan Kota Tahun 2018 di Pendhapi Gedhe, Balai Kota Solo, Rabu (7/11/2018).

Pihaknya terus berupaya untuk mempercepat penurunan AKI tahun ini dengan cara memberikan dukungan dan reward kepada ibu hamil dan melakukan sosialisasi penanganan kontraksi. DKK akan memberikan sanksi kepada rumah sakit atau bidan yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, adanya program kesehatan pemerintah diharapkan bisa membantu mengurangi angka kematian pada ibu. Program Kartu Indonesia Sehat yang telah dibagikan kepada warga kurang mampu di Solo, diharapkan juga bisa memberikan keringanan.

“Kami berupaya terus memberikan fasilitas kesehatan, diharapkan angka kematian ibu menurun,” ungkapnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.