Anggaran Pelatihan Pelaku UMKM Meningkat Rp 5 miliar

Pelatihan pelaku UMKM untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

SEMARANG- Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah akan meningkatkan anggaran pelatihan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada 2019 sebesar Rp 15 miliar.

Perajin batik rumahan atau pelaku usaha mikro di Kampung Malon Gunungpati Semarang menunjukkan produknya kain batik pewarna alam. Selama ini pemasaran produk batik tersebut masih sebatas di acara pameran. Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, peningkatan itu seiring dengan kebijakan pemerintah provinsi dalam penanggulangan kemiskinan dan membantu pelaku usaha mikro.

“Tahun 2019 kami anggarkan sebesar Rp 15 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2018 yang senilai Rp 10 miliar. Ada peningkatan Rp 5 miliar,” ungkapnya, Selasa (20/11/2018).

Melihat nilai anggaran tersebut, lanjut dia, tentu jumlah peserta yang dilatih juga bertambah. Tahun ini pihaknya melatih 3.600 pelaku usaha, tahun depan ditargetkan 4.000 pelaku usaha terlibat.

Berdasarkan survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai 4,8 juta. Dari jumlah itu 98,80 persen adalah usaha mikro kecil dan prosentase itu 90 persennya usaha mikro.

“Sebenarnya, usaha mikro merupakan binaan pemerintah kabupaten/kota, tapi pada praktiknya banyak sekali pelaku usaha di sektor itu juga mengharap kepada pemerintah provinsi. Kami turun tangan untuk melatih dan mendampingi mereka,” jelas Ema.

Dalam proses pelatihan dan pendampingan di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM, para pelaku usaha tidak hanya dilatih untuk meningkatkan kompetensi keahlian dan usahanya. Namun, juga dipantau apakah hasil dari pelatihan mampu membuat mereka menambah jumlah tenaga kerja.

Sementara itu, pelatihan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM meliputi bidang vokasi, manajerial dan kompetensi. Kemudian bidang lain berupa pelatihan manajerial mulai manajemen usaha, keuangan, akuntansi, pemasaran. Sebagian besar warga, meminati pelatihan bidang boga dan batik.

“Kami bisa melatih sablon hingga anyaman. Membatik mulai tingkat pemula, lanjutan sampai mahir. Semua bisa kami lakukan kecuali pelatihan bengkel dan las,” tuturnya.(ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.