Aneh, Harga Sembako di Pasar Tradisional Lebih Mahal Dibanding Swalayan

SEMARANG – Inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan pangan dan harga sejumlah barang kebutuhan pokok pada bulan suci Ramadan 1439 H, dilakukan oleh Dinas Perdagang Kota Semarang bersama instansi terkait di sejumlah pasar modern dan pasar tradisional, Senin (21/5).

Sidak Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk memantau harga sembako. Foto: masrukhin abduh

Diketahui harga sejumlah barang kebutuhan pokok di supermarket justru lebih rendah daripada di pasar tradisional. Dalam sidak ini tim yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto bersama petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Bagian Perekonomian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan sidak di Pasar Peterongan, Hypermart Javamall, dan Superindo di Jalan Dr Wahidin.

Fajar Purwoto menyatakan, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang lebih tinggi tersebut tentunya akan menggiring masyarakat untuk membeli barang kebutuhan pokoknya di supermarket.

‘’Oleh karena itu, kami akan mengomunikasikannya dengan para pedagang di pasar tradisional agar dapat menyesuaikan harga, sehingga masyarakat tetap mau berbelanja di pasar tradisional,’’ kata Fajar.

Dari sidak ini disebutkan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, daging, gula pasir, dan minyak goreng hingga bumbu dapur terpantau tidak mengalami kenaikan dan stoknya mencukupi.

‘’Sedangkan untuk daging ayam di Pasar Peterongan turun menjadi Rp 33 ribu/kilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu, sementara untuk daging ayam di swalayan justru lebih murah yaitu sekitar Rp 31 ribu,’’ ujarnya.

Sementara itu, Buyer Hypermart Singgih Hendratno menyebutkan, untuk stok sembako selama suci Ramadan tahun ini ada kenaikan sebanyak 30 persen. Sedangkan untuk kenaikan harga justru diklaim banyak sembako yang di bawah harga pasar, karena ada penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.

‘’Dalam bulan Ramadhan kebutuhan masyarkat yang banyak dibeli antara lain seperti beras, minyak, kebutuhan daging ayam dan sapi, biskuit dan aneka minuman,’’ terangnya.

Selain menyasar ketersediaan pangan dan harga sembako, dalam sidak ini tim juga mencari makanan dan minuman yang diketahui mengandung zat berbahaya. Yaitu makanan sudah kadaluarsa dan kemasannya sudah rusak untuk dimusnahkan. Namun demikian tidak ditemui adanya makanan dan minuman berbahaya tersebut. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.