Alunan Gamelan Jawa di SMA 1 Boyolali Pukau Seniman Mancanegara

Peserta anjangsana juga berkesempatan melakukan kolaborasi dengan bermain gamelan bersama para siswa.

BOYOLALI – Kabupaten Boyolali menjadi destinasi terakhir kegiatan Road Show Site Peformance International Gamelan Festival (IGF) 2018, Kamis (16/8/2018). Sebelumnya rangkaian road show tersebut telah dilaksanakan di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Sukoharjo, Karanganyar, dan Blora.

Peserta Anjangsana Kebudayaan bermain Gamelan bersama siswa SMA Negeri 1 Boyolali, Kamis (16/8/2018). Foto: metrojateng.com/efendi

Kegiatan bertajuk Anjangsana Kebudayaan tersebut memang digelar seebagai pra acara IGF 2018 yang puncaknya akan diselenggarakan di Solo pada November mendatang. Kegiatan itu digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun peserta dalam anjangsana ini merupakan praktisi kebudayaan serta sejumlah seniman dari berbagai negara.

Kedatangan mereka di Boyolali, disambut dengan lantunan musik gamelan yang ditabuh oleh siswa SMA Negeri 1 Boyolali di aula sekolah setempat. Para peserta yang sebagian besar warga negara asing tersebut tampak terpukau menyaksikan permainan gamelan oleh para siswa SMA Negeri 1 Boyolali. Berbagai macam lagu dimainkan oleh para siswa, salah satunya Lir-ilir.

BACA JUGA: Digelar 8 Hari, Catat Jadwal International Gamelan Festival 2018

Bahkan, peserta anjangsana juga berkesempatan melakukan kolaborasi dengan bermain gamelan bersama para siswa. Mereka memainkan lagu Kebo Giro atau lantunan gamelan yang sering terdengar di acara pernikahan adat Jawa.

Salah satu peserta asal Inggris, Pieter Lilington mengaku sangat terpukau melihat permainan gamelan oleh siswa SMA 1 Boyolali. Tak hanya itu, bahkan ia merasa sangat damai ketika berkolaborasi dengan para siswa.

“Kebo Giro itu lagu yang sangat damai sekali, apalagi ditambah memainkannya dengan Gamelan, menjadi sangat bagus, karena kita tahu Gamelan, alat musik yang mendamaikan suasana apapun, dan bagus sekali alat musik dari Indonesia ini,” ujar Pieter usai bermain gamelan bersama.

BACA JUGA: 85 Kelompok Seniman Meriahkan Festival Lima Gunung di Magelang

Pieter merupakan peserta yang berasal dari London, Inggris. Bersama sejumlah rekannya, Pieter mengaku juga bermain gamelan di Cambridge University. Melihat penampilan para siswa SMA 1 Boyolalai, Pieter mengaku sangat terpukau.

“Mereka adalah generasi muda, yang saat ini mampu memainkan Gamelan, dan nantinya merekalah yang akan terus memainkan alat musik Gamelan ini. Suara gamelan sangat damai dan menenangkan. Ketika saya atau kalian memainkan Gamelan ini, akan terasa seperti di rumah kalian, yang damai sekali, jadi generasi muda harus berkelanjutan dalam memainkan Gamelan,” kata Pieter.

Pesan Damai

Tak hanya itu, Pieter meyakini ada banyak hal yang bisa didapatkan dengan bermain gamelan. Selain suasana damai, bermain gamelan juga bisa melatih diri untuk menghargai sesama manusia.

Tari Topeng Ireng menyambut peserta Anjangsana Kebudayaan di SMA Negeri 1 Boyolali. Foto: metrojateng.com/efendi

“Dengan bermain gamelan kita bahkan bisa mendengar apapun itu dengan baik, bisa saling menghormati, dan hal itu merupakan suatu hal yang luar biasa sekali ketika saya memainkan Gamelan, yang merupakan alat musik kuno yang unik ini,” ujar bule yang sudah mengenal gamelan sejak 30 tahun lalu.

Pieter juga mengatakan bahwa hampir semua seni budaya yang ada di Jawa Tengah itu sangat menarik. Bahkan ada keterkaitan antara kesenian satu dengan yang lainnya. Wayang kulit contohnya, yang dimainkan dengan iringan suara gamelan.

“Semua budaya di Jawa Tengah bagus, dan saya menyukainya, namun memang paling menarik adalah seni budaya Wayang Kulit dengan Gamelan, yang semua terkoneksi dengan baik, dan membuat saya merasa damai, nyaman untuk menikmati seni budaya tersebut. Saya rasa, untuk Gamelan pasti semuanya akan membawa kita ke dalam suasana perayaan dan helatan yang luar biasa, termasuk nanti IGF 2018, akan banyak hal yang bisa kita pelajari,” pungkasnya.

BACA JUGA: Duta Seni Boyolali akan Pentaskan Tari Topeng Ireng di Amerika

Usai bermain gamelan bersama, para peserta juga disuguhi penampilan tari Topeng Ireng oleh siswa SMA 1 Boyolali. Di akhir pertunjukan para peserta bahkan diajak menari bersama dan terlihat sangat menikmatinya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Kerjasama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Ahmad Mahendra, mengatakan puncak acara IGF 2018, akan digelar di Solo City Walk, pada 12-14 November 2018 mendatang. Sebanyak 73 kelompok karawitan dari Solo Raya akan berunjuk kebolehan memainkan gamelan dalam kegiatan tahunan ini.

“Road show ini kami gelar untuk memberikan semangat serta image baik kepada mereka warga asing, bahwa Gamelan di Indonesia juga masih dikelola dengan baik, bahkan usia anak-anak, remaja, dan dewasa semua memainkan Gamelan di sini. Anak-anak muda ini wajib memberikan image yang baik kepada warga asing,” tukas Mahendra. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.