Aliansi Masyarakat Solo Serukan Tolak Intoleransi

Aliansi Masyarakat Solo Bhinneka Tunggal Ika ini membeberkan 7 poin pernyataan sikap.

SOLO – Aliansi Masyarakat Solo  Bhinneka Tunggal Ika menolak segala bentuk tindakan intoleransi. Pernyataan sikap tersebut dilakukan bersama Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Achmad Poernomo, di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Solo, Senin (4/2/2019).

Aliansi Masyarakat Solo Bhinneka Tunggal Ika menyatakan sikap menolak tindakan intoleransi. Foto: metrojateng.com

Pernyataan tersebut juga dilakukan karena isu, praktik, dan tindakan intoleran kian sering terjadi di Indonesia. Salah satunya isu salibisasi, isu lampion dan perayaan Imlek.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa merawat kemajemukan atau kebhinnekaan adalah tugas dari pemerintah. Menurutnya Pemkot secara tegas menolak adanya sikap intoleran di Kota Solo.

“Toleran itu sifat sejati wong Solo. Kota Solo yang multikultur niscaya akan lestari kala toleransi menjadi kredo bersama, dan toleran menjadi budaya hidup sehari-hari. Negara itu berkewajiban hadir dan menjadi hak setiap warga negara, untuk dapat rasa aman, bebas dari ketakutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota akan semakin memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pernah membedakaan suku agama dan golongan. Dirinya menyinggung tentang prestasi Solo sebagai kota layak huni perlu dijaga.

Aliansi Masyarakat Solo Bhinneka Tunggal Ika merupakan gabungan 20 organisasi di Kota Solo. Acara juga dihadiri perwakilan dari organisasi tersebut, antara lain Pusat Studi Agama dan Perdamaian (PSAP), Pemuda Agama Khonghucu Lndonesia (PAKIN), Majelis Agama Khonghucu Indonesia, (MAKIN) Grebeg Sudiroprajan, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Surakarta Banser Solo, Solo Bersimfoni dan Peace Generation Chapter Solo, Rumah Bhinneka dan Komunitas Gusdurian Solo.

Aliansi Masyarakat Solo Bhinneka Tunggal Ika ini membeberkan 7 poin pernyataan sikap. Di antaranya mengecam tindakan intoleran, menghormati kebebasan merayakan peringatan hari besar sesuai dengan keyakinan keagamaan, kepercayaan dan kebudayaan masing-masing. Dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk menciptakan suasana Soloraya yang aman dan damai. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.