Alat Kelengkapan Tuntas, Dewan Ditunggu Pembahasan APBD 2020

Setelah ditetapkan AKD, segera dilakukan koordinasi dengan OPD-OPD Pemkot Semarang supaya pekan depan sudah bisa dibahas. 

SEMARANG – DPRD Kota Semarang menetapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam rapat paripurna pada Kamis (10/10/2019). AKD yang dimaksud adalah komisi, badan anggaran, badan kehormatan, badan musyawarah dan badan pembentukan perda.

Rapat paripurna penetapan tatib DPRD Kota Semarang dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada Kamis (10/10/2019). Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, setelah pembentukan AKD,Dewan sudah ditunggu sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah pembahasan RAPBD Kota Semarang Tahun 2020.

“Salah satu agenda yang terpenting adalah pembahasan APBD Tahun 2020. Selain itu program-program komisi,” ujarnya usai memimpin rapat paripurna.

Pria yang akrab disapa Pilus mengatakan, pembahasan dan penetapan AKD sengaja dipercepat dan berkelanjutan, karena sudah dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang sudah menunggu untuk diselesaikan.

‘’DPRD Kota Semarang sudah dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu,” katanya.

Di antaranya adalah pembahasan APBD 2020 yang harus diparipurnakan pada akhir November mendatang. “Sesuai ketentuan APBD Kota Semarang Tahun 2020 harus sudah selesai pada akhir November 2019, maka penetapan AKD ini kita percepat,’’ ujar Kadarlusman.

Lebih lanjut Kadarlusman mengatakan, setelah ditetapkan AKD, pihaknya segera akan melakukan koordinasi dengan OPD-OPD Pemkot Semarang supaya pekan depan sudah bisa dibahas.

Untuk saat ini pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah atau TAPD.

‘’Pembahasan APBD 2020 akan dibahas semuanya dan karena APBD tahun ini mengalami defisit kemungkinan ada kegiatan yang tidak bisa direalisasi,’’ ujarnya.

Di antaranya pembebasan lahan seperti ring road selatan yang harus ditunda.Selain itu, pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Gatot Subroto juga tertunda.

“Memang ada beberapa kegiatan yang belum bisa dilaksanakan di tahun 2020 karena anggaran kelihatannya masih defisit,’’ tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Kadarlusman, pembahasan APBD 2020 secara normal paling lama dua minggu bisa diselesaikan. “Tahap awal akan didahului pembahasannya di badan anggaran dan kemudian akan dibahas juga di komisi-komisi,” katanya.

‘’Setelah itu akan dikembalikan lagi ke badan anggaran untuk finalisasinya,’’ pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat paripurna menetapkan tatib DPRD Kota Semarang, penetapan komisi-komisi, badan anggaran, badan pembentukan perda, badan musyawarah dan badan kehormatan. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.