Akui Salah, Siswoyo Janji Kembalikan Uang Warga Purwanegara

Siswoyo meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan dan berjanji segera menyelesaikan pengurusan sertifikat warga Kelurahan Purwanegara.

BANYUMAS – Komisi A DPRD Banyumas mengumpulkan pihak terkait yang melakukan pengurusan sertifikat warga Kelurahan Purwanegara, Jumat (3/8). Mereka yang diundang di antaranya Siswoyo perangkat Kelurahan yang menarik biaya pembuatan sertifikat warga, Suharsono perangkat Kecamatan Purwokerto Utara dan perwakilan dari BPN Banyumas.

Sertifikat mandek
Proses klarifikasi terhadap kasus sertifikat tanah warga Purwanegara di Komisi A DPRD Banyumas, Jumat (3/8). Foto: metrojateng.com

Dalam proses klarifikasi oleh Ketua Komisi A DPRD Banyumas, Sardi Susanto, sempat terjadi ketegangan. Warga kesal mendengar keterangan yang disampaikan oleh Siswoyo yang berbelit-belit.

Klarifikasi dibuka dengan pertanyaan Sardi ke BPN, perihal keberadaan daftar nama warga yang sudah mengurus sertifikat bertahun-tahun belum rampung. BPN Banyumas yang diwakili Setyo Hartono, Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data dan Pembinaan PPAT, mengatakan setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan tidak ada nama-nama warga yang masuk pengurusannya dari tahun 2009 maupun 2013, dan 2014.

Nama yang tertera dari warga Kelurahan Purwanegara hanya satu yakni atas nama Amin Hidayat dengan kepengurusan tahun 2015. Terkait prosedur kepengurusan sertifikat, pengurusan paling lama hanya peralihan dari letter C ke sertifikat yang berdurasi kurang lebih 100 hari.

BACA JUGA: BPN Banyumas Belum Terima Berkas Sertifikat Warga Purwanegara

“Untuk lainnya seperti balik nama, pemecahan sertifikat, SPPT, tidak sampai satu bulan,” paparnya.

Sementara, Siswoyo yang sekarang bertugas di Kelurahan Bancarkembar Siswoyo mengaku semua berkas dan biayanya sudah diurus dan diteruskan ke Kecamatan Purwokerto Utara saat itu. “Berkas sudah sampai ke PPT ke Suharsono, jadi ada berkas yang sudah masuk ada fotocopy untuk proses, pembuatan sertifikat, balik nama, dan SPPT. Tugas dari perangkat kelurahan hanya mengakomodir warga yang akan membuat sertifikat, selebihnya urusan Kecamatan,” ujarnya.

Namun, dari keterangan Siswoyo tidak diamini oleh Suharsono sebagai perangkat Kecamatan yang mengurusi pembuatan sertifikat di Kecamatan Purwokerto Utara. Pasalnya, Suharsono hanya menerima lima berkas pengurusan sertifikat dari warga Kelurahan Purwanegara, yang baru didaftarkan tahun 2018 ini termasuk milik Sri Ujiati.

“Saya hanya menerima lima berkas, yang baru saya daftarkan Juli 2018, termasuk milik bu Sri Ujiati. Namun masih mandek, karena ada sejumlah berkas yang belum selesai,” katanya.

Kemudian, Sardi menanyakkan terkait besaran biaya yang dibebankan ke warga dimulai dari Rp 2-3,5 juta. Menurut Suharsono hitungan tersebut berdasarkan harga NJOP dan biaya PPAT. “Untuk biaya memang benar ada, dihitung dari harga NJOP dan biaya PPAT,” terangnya.

BACA JUGA: Sudah Bayar Jutaan, Empat Tahun Sertifikat Tanah Belum Kelar

“Keputusannya silakan untuk perangkat kelurahan dan kecamatan yang berkaitan bertanggung jawab atas kejadian ini. Dan harus segera diselesaikan,” kata Sardi.

Minta Maaf

Siswoyo mengaku akan bertanggung jawab atas biaya yang sudah ditarik. Dia juga meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan dan berjanji akan segera menyelesaikan pengurusan sertifikat warga Kelurahan Purwanegara.

Saat ditanya perihal keberadaan uang warga, Siswoyo mengaku biaya tersebut sudah dibagi-bagi ke yang lain. “Biayanya sudah dibagi-bagi untuk ngurus ini itu dengan yang lain,” ujarnya.

Sementara, BPN Banyumas sanggup untuk memfasilitasi dengan mendampingi serta mengawal kepengurusan sertifikat warga Kelurahan Purwanegara yang lama tidak selesai. “Silakan warga memperbaharui berkasnya, dan datang sendiri untuk pengurusan sertifikatnya ke kantor BPN Banyumas,” jelas Setyo

Seperti diketahui, warga Kelurahan Purwanegara mengeluh atas lambannya pengurusan sertifikat tanah mereka yang empat tahun belum juga rampung. Padahal, warga sudah memberikan biaya ke perangkat Kelurahan hingga jutaan rupiah. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.