Aksi Heroik Warga Selamatkan Bocah di Tebing Jurang Gunakan Selendang

Aksi penyelamatan berlangsung kilat 10 menit.

SEMARANG- Kampung Srinindito Timur RT 9 RW 3, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, mendadak riuh dengan teriakan warga bersahut-sahutan di tebing sungai setempat.

Warga menunjukkan tebing jurang tempat Rio terpeleset, di Kampung Srinindito Timur RT 9 RW 3, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa, 7 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto.

Seorang anak nyaris terjatuh ke dasar sungai yang berjarak 15 meter dari di tempat bermainnya. Rio Wiyandra, 5 tahun, terpeleset kala berkejar-kejaran bersama temannya, Selasa, 7 Agustus 2018, sekitar pukul 09.30.

Tubuhnya terpelanting ke bibir jurang. Dia tersangkut ranting pepohonan di bibir jurang selama 30 menit. Dia bertahan di tebing jurang dengan memegangi akar pohon.

Dia menangis dan menjerit ketakutan. Kegaduhan di bibir jurang terdengar warga yang berada di dekat lokasi bermain.

“Saya dapat kabar dari anak-anak yang ikut bermain. Katanya Rio jatuh ke jurang belakang rumah. Tak pikir lama, saya langsung coba selamatkan,” kata Sukardi, 55 tahun, warga setempat usai mengevakuasi Rio dari bibir jurang.

BACA JUGA: Bocah Lima Tahun Terjatuh di Jurang, Kini Berada di Puskesmas

Pria itu mengaku langsung berinisiatif menyelamatkan Rio dengan seutas tali tambang yang berada di rumahnya. Ia mengikatkan tali yang tertambat ke pohon besar ke tubuhnya lalu turun menyusuri dinding jurang bak seorang pendaki profesional.

“Saya turun bawa tali seadanya, tapi kurang panjang. Lalu saya naik lagi dan gantian warga lainnya turun. Semua panik karena jika pegangannya terlepas bisa langsung jatuh,” urainya.

Di tengah penyelamatan itu, ia juga menenangkan Rio agar terus bertahan dengan memegang erat akar pohon.

Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, Sukardi mengatakan banyak warga yang ikut menolong Rio. Warga bahu-membahu memegang tali agar sampai ke lokasi bocah malang itu. Termasuk menggunakan kain selendang yang terikat pada badan Rio saat membawa bocah itu naik ke atas.

“Proses penyelamatan dengan warga berlangsung sekitar 10 menit. Beruntung dia tidak terjatuh,” akunya.

Berdasar informasi dari Basarnas Kantor SAR Semarang, untuk saat ini Rio sudah kembali berada dalam dekapan keluarganya.

Kondisinya masih syok. Terlihat pada telinga kirinya terdapat luka sobek dan mengeluarkan darah, karena mengalami benturan saat terperosok ke jurang. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.