Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Gojek Targetkan Latih 35 Ribu UMKM

Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan kontribusi mitra Gojek dari empat layanan sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 44,2 triliun. 

SEMARANG – Gojek berkomitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Sinergi antara Gojek dengan pemerintah ini ditegaskan diharapkan menjadi kunci mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (metrojateng.com)

Hal tersebut diwujudkan dengan ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Gojek dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Serta Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan.

Shinto Nugroho, Chief Public Policy and Government Relations Gojek, mengatakan, kolaborasi strategis ini bertujuan membantu pelaku UMKM supaya bisa naik kelas. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM pada ekonomi digital.

‘’Gojek selalu mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para UMKM supaya mereka bisa terus tumbuh dan naik kelas,’’ katanya seperti dalam rilis kepada metrojateng.com, Jumat (24/5/2019).

Sinergi antara Gojek dengan pemerintah ini ditegaskan diharapkan menjadi kunci mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

‘’Sebagai pemain di industri teknologi, kami memiliki solusi dan pengetahuan membantu UMKM naik kelas lewat teknologi, sementara Pemerintah memiliki jaringan luas para pengusaha UMKM yang bisa dibantu,” ujar Shinto.

Ditambahkan, dalam kerjasama ini, pihaknya akan memberikan pembinaan dan atau pelatihan bagi UMKM binaan Kemenkop dan UMKM. Program pelatihan ini merupakan bagian dari program Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara.

‘’Tujuan besar program Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara adalah untuk mendukung kemandirian dan ketahanan finansial UMKM melalui program pemberdayaan UMKM, dan memastikan mereka mendapatkan akses yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan bisnis, layanan keuangan, dan pasar yang lebih luas,’’ tegas Shinto.

Sementara itu, terkait kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian akan membantu Gojek dalam meningkatkan skill para mitra yang sudah bergabung dengan ekosistem Gojek, termasuk pemberian sertifikat kompetensi.

Melalui kerjasama ini, kata Shinto, Gejek percaya bahwa pertumbuhan ekonomi digital dan kontribusi ekosistem Gojek pada perekonomian nusantara semakin seignifikan. Sebelumnya, kata dia, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan kontribusi mitra Gojek dari empat layanan sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 44,2 triliun.

Disebutkan, pada tahun 2019, Gojek menetapkan target untuk dapat memberikan pelatihan bagi 35.000 UMKM agar dapat bergabung dengan ekosistem ekonomi digital. Sejauh ini, Gojek telah sukses memberikan pelatihan bagi lebih dari 8.000 UMKM di 14 kota, bekerjasama dengan 24 lembaga pemerintah dan komunitas. (duh)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.