Akhir Pengabdian Thio Tiam Lay di Tengah Bara Api

Thio telah mengabdi sejak 30-an tahun silam menjadi menjaga altar Sien Ci sebelum akhirnya ludes dilalap si jago merah.

SEMARANG – Pengabdian Sutiyono alias Thio Tiam Lay (82), sebagai penjaga tempat penghormatan arwah leluhur Kong Tik Soe selama puluhan tahun berakhir tragis.

Anak perempuan Thio Tiam Lay menangis histeris di lokasi kejadian. (metrojateng.com)

Pria yang sudah sekitar 30-an tahun menjaga altar Sien Ci atau papan nama para leluhur itu meninggal bersama dengan hangusnya bangunan cagar budaya di kompleks Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok nomor 60, Semarang Tengah, tersebut, Kamis (21/3/2019) pagi.

Selama menjadi penjaga tempat penghormatan arwah leluhur tersebut, Thio Tiam Lay atau akrab disapa Om Lay dikenal sebagai orang baik dan rajin. Masa mudanya sudah sering berada di sekitar kompleks Klenteng Tay Kak Sie. Mulai dari sering tiduran di emperan Klenteng hingga akhirnya diminta membantu menjaga dan merawat tempat penghormatan arwah leluhur Kong Tik Soe.

“Sudah sejak muda di sini kemudian diminta bantuan untuk menjaga tempat itu (Kong Tik Soe). Sejak itu sekitar 30an tahun menjaga sampai tadi dengar kabar tempat yang ia jaga kebakaran dan Om Lay meninggal di dalam,” tutur seorang warga bernama Suwito Hartoyo mengenang sosok Om Lay, Kamis (21/3/2019).

Jenazah Thio Tiam Lay dievakuasi dari lokasi kebakaran. (metrojateng.com)

Salah satu kebiasaan Om Lay yang masih diingat oleh orang-orang di sekitar Kong Tik Soe adalah kebiasaannya duduk di depan ruang sembahyang. Om Lay juga dikenal baik dan suka ngobrol.

“Orangnya baik sekali, sering ngobrol. Cari orang seperti dia susah,” lanjut Suwito.

Informasi yang dihimpun metrojateng.com, Lay diketahui memiliki dua orang anak. Setelah berpisah dengan istrinya, Lay mengajak anak perempuannya bernama Lilis tinggal di Kong Tik Soe. Namun setelah menikah, Lilis tinggal bersama suaminya di daerah Pedurungan.

Pada malam hari sebelum insiden kebakaran terjadi, Lilis sempat datang menjenguk Lay di Kong Tik Soe. Lilis datang dengan membawa makanan untuk ayahnya. Menurut salah seorang warga sekitar, Lilis sempat diminta oleh Lay menghubungi pemilik Kong Tik Soe agar datang ke sana. Permintaan itu diduga menjadi semacam isyarat kalau Lay akan pergi selamanya.

Saat proses pemadaman dan evakuasi berlangsung, Lilis sempat terlihat di lokasi kejadian bersama suaminya. Ia tak mampu menahan air matanya dan terus menangis di lokasi kejadian. Terlebih saat jenazah Om Lay dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang.

Sementara itu menurut Eko Wardoyo selaku pengawas Yayasan Kong Tik Soe, mengatakan kalau Om Lay setiap hari memang tinggal di Kong Tik Soe. Selama puluhan tahun Om Lay mengurus tempat penghormatan arwah leluhur tersebut.

“Sudah puluhan tahun kerja di sini, tidurnya juga di sini. Kesehariannya membersihkan dan mengurusi atau menyiapkan sembahyang di tempat ini. Om Lay sendirian mengurus itu semua,” ujarnya. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.