Ajak Petani Pangkas Biaya Pupuk Pakai Metode Hayati

Pemakaian pupuk yang berlebih bukan saja merusak tanaman, tapi juga membuat menurunkan kesuburan tanahnya.

Foto: Politisi Partai Golkar, Wirendra Tjakrawerdaya saat memberikan penyuluhan kepada petani di Cilacap. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Menjelang dua bulan kontestasi Pemilu 2019, sejumlah elite politik mulai merangsek di Jawa Tengah. Tak jarang para politisi menengok kondisi para petani yang mengalami kesulitan dalam menghidupi ladang sawahnya. Salah satunya dilakukan seorang politisi Partai Golkar, Wirendra Tjakrawerdaya.

Jumat (22/2/2019), ia menyambangi dua Desa Tritih Lor dan Desa Kalisabuk di Kabupaten Cilacap. Ia memberikan penyuluhan kepada para petani setempat dalam memangkas biaya pembelian pupuk dengan menggunakan metode hayati majemuk.

Di hadapan petani, ia juga mempraktekan cara membuat pupuk hayati majemuk dengan bahan-bahan murah.

Wirendra menunjukan bahan yang mudah didapat seperti bonggol pisang, air bekas cucian beras serta gula merah. Kemudian difermentasikan 15 hari. Setelah itu beberapa jenis bakteri akan hidup dan berkembang biak di dalam tanah.

“Bakteri inilah yang akan menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti NPK termasuk adanya bakteri pengurai dan bakteri penghasil zat perangsang tumbuh,” katanya.

Ia yang ikut nyaleg untuk dapil Jawa Tengah VIII tersebut dengan menggunakan pupuk hayati, petani bisa memaksimalkan hasil panen. Ia berharap tanah yang subur bisa menghasilkan beras layak dikonsumsi.

“Jika tanah subur maka biaya petani untuk membeli pupuk kimia dan pestisida bisa ditekan 50 persen. Semoga petani bisa lebih sejahtera,” akunya.

Ia menjelaskan pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang salah kaprah membuat para petani sulit memanen secara maksimal. Pemakaian pupuk yang berlebih bukan saja merusak tanaman, tapi juga membuat menurunkan kesuburan tanahnya.

“Yang perlu diperhatikan bagaimana caranya agar keterampilan petani dalam menyuburkan tanah dan membuat pupuk hayati majemuk bisa ditingkatkan,” paparnya.

Ia berharap penyuluhan yang ia lakukan supaya para petani mampu menekan biaya pupuk, mengurangi bahkan tidak mengaplikasikan racun ke dalam sawah. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.