Air Mata Yoo Hyun-goo Usai Laga Penuh Drama

Laga pekan ke-27 Liga 1 tersebut sempat tertunda sampai tiga kali di awal babak kedua gara-gara lampu stadion padam

MAGELANG – Kapten Sriwijaya FC, Yoo Hyun-goo tak kuasa menahan tangis usai timnya menelan kekalahan dari PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto Magelang, Selasa (23/10/2018). Gelandang berpaspor Korea Selatan itu menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai merusak permainan.

Kapten Sriwijaya FC, Yoo Hyun-goo kecewa dengan kekalahan timnya. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Sriwijaya FC datang ke Magelang dengan misi memutus tren negatif dalam dua laga sebelumnya. Klub berjuluk Laskar Wong Kito kalah beruntun dari Bhayangkara FC dan PSMS Medan yang berujung dengan pemecatan Subangkit sebagai pelatih kepala.

Namun, Yoo Hyun-goo dkk harus gigit jari. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Kekalahan itu terasa menyesakkan karena gol kemenangan PSIS lahir saat babak kedua memasuki menit keempat injury time.

Gol yang diukir Bruno Silva tersebut menuai protes dari pemain-pemain Sriwijaya dan membuat pertandingan tertunda beberapa saat. Mereka beranggapan striker PSIS dalam posisi offside.

“Kita datang jauh-jauh dengan persiapan yang matang karena ingin bangkit setelah kekalahan kemarin. Tapi semua sia-sia. Kita lebih baik tidak usah latihan kalau hanya untuk kalah seperti ini,” kata Hyun-goo, selepas pertandingan.

Kapten Sriwijaya itu tak mampu membendung emosi sampai meneteskan air mata. “Kita ingin menang di sini karena posisi kita ada di bawah. Teman-teman kecewa karena semua sudah melakukan persiapan sungguh-sungguh. Kita kalah karena wasit,” ucapnya dengan terbata-bata.

Tim tamu harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Zalnando dikartu merah di menit 64. Bek kiri Sriwijaya mendapat kartu kuning kedua karena melakukan pelanggaran keras terhadap Hari Nur Yulianto.

Kehilangan satu pemain membuat Laskar Wong Kito makin kesulitan mengimbangi tuan rumah. Permainan mutlak menjadi milik PSIS yang terus membombardir pertahanan Sriwijaya.

Setidaknya ada 6-7 peluang dihasilkan penggawa Mahesa Jenar. Namun ketangguhan penjaga gawang Teja Pakualam dan rapatnya pertahanan yang digalang Alan Henrique mementahkan peluang-peluang Hari Nur dkk.

PSIS harus menunggu hingga menit 94 untuk bisa mengoyak gawang Teja Pakualam. Gol diawali dengan kemelut di area penalti yang memaksa Teja keluar untuk meninju bola. Sial, bola justru jatuh di kaki Aldaier Makatindu yang berada di sisi kanan pertahanan Sriwijaya.

Pemain bernomor 11 itu dengan cerdik mengirim bola melewati kepala Teja dan bek Achmad Faris. Bruno Silva tanpa kesulitan menyundul bola ke dalam gawang yang sudah kosong.

Pelatih Sriwijaya FC, Angel Alfredo Vera juga mengungkapkan kekesalannya dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan. Ini menjadi pengalaman kedua bagi pelatih asal Brasil bermain di Moch Soebroto. Di putaran pertama dia datang bersama Persebaya.

“Permainan seimbang saat kedua tim sama-sama main 11 orang. Kita juga punya peluang bagus untuk buka skor tapi masih kurang beruntung. Setelah itu menurut saya pertandingan sudah tidak kondusif,” tukasnya.

“Ada beberapa pelanggaran buat kami tapi tidak dikasih sama wasit. Saya tak mau banyak bicara karena pertandingan sudah berakhir. Tapi saya kecewa karena ini pertandingan penting buat Sriwijaya,” suksesor Subangkit itu menambahkan.

Laga pekan ke-27 Liga 1 tersebut sempat tertunda sampai tiga kali di awal babak kedua gara-gara lampu stadion padam. Kekalahan itu membuat Sriwijaya belum beranjak dari peringkat 15 dengan poin 30. Mereka rawan tergusur oleh Perseru Serui atau PS Tira yang akan memainkan pertandingan pada Rabu (24/10).

Sementara PSIS naik dua setrip ke peringkat 9. Armada besutan Jafri Sastra mengoleksi 36 poin, hasil 10 kemenangan dan enam kali imbang. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.