Air Mata Meleleh saat ‘Yesus’ Disalib di Gereja Mater Dei

jalan salib
Akhir prosesi jalan salib di Gereja Meter Dei. (Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Sejumlah jemaat Gereja Paroki Mater Dei, Semarang larut dalam ibadah Jumat Agung yang menampilkan jalan salib. Gereja yang berlokasi di Lampersari ini, Jumat (30/3), terbuai tatkala menyaksikan teaterikal kisah sengsara Yesus. Bahkan, ada umat yang menitikkan air mata saat menyaksikan sengsara Yesus.

Gereja Mater Dei menggambarkan empat belas perhentian jalan salib yang dibawakan 25 orang muda katolik. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan aksi teaterikal ini. Pastor Paroki Mater Dei Lampersari, Romo Raymundus Sugihartanto, mengungkapkan jalan salib di gerejanya jadi refleksi rohani umat Katolik dalam peristiwa penyelamatan oleh sengsara Yesus.

“Supaya kisah sengsara, sungguh-sungguh menjadi inspirasi untuk membongkar ketidakmanusiawian, kekejaman, itu diganti dengan kasih yang ditampilkan oleh Yesus”, ujar Raymundus.

Ia berharap agar jemaatnya bisa menghayati tema Paskah tahun ini, yaitu Bangkit untuk Mewujudkan Kasih dan Perbuatan. Dengan kata lain, lanjutnya, umat Katolik juga harus menghadirkan keselamatan, tidak hanya dalam kata, namun juga perbuatan, sehingga umat dapat menghadirkan kebaikan dan kebenaran dalam hidup bermasyarakat.

Sutradara jalan salib Gereja Mater Dei, FX Dony Prasetyo, sempat kesulitan dalam menata empat belas adegan. Musababnya, kaum muda Katolik di gerejanya baru pertama kali melakukan visualisasi di dalam gereja. “Terlebih kami dibatasi sempitnya ruangan.”, kata Dony.

Aufrida Mardi Widya Asti, perempuan Katolik Mater Dei mengaku, dapat menghayati penderitan Yesus untuk menebus dosa manusia. “Kita seperti dibawa kembali ke peristiwa sengsara Yesus dengan Ibadat Jalan Salib dan lebih mandalami dan mengahayati, serta turut merasakan penderitaan Yesus.”. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

34 + = 37

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.