Air Mata Gengster Remaja di Hadapan Orangtua

Tampang garang para remaja yang mengaku gengster seperti saat berpose membawa senjata tajam atau menyerang korban sama sekali tidak terlihat.

Para anggota Geng 69 dan Lamper yang diamankan polisi bersujud meminta maaf kepada orangtuanya. (Foto: Ahmad Khoirul Asyhar/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Isak tangis histeris pecah di halaman Mapolsek Tembalang Polrestabes Semarang, Kamis (7/2/2019). Tampang garang para remaja yang mengaku gengster seperti saat berpose membawa senjata tajam atau menyerang korban sama sekali tidak terlihat. Belasan remaja tersebut justru terus mengerang dan meneteskan air mata saat diminta untuk bersujud di kaki orangtuanya.

 

Suasana tersebut terlihat selama hampir 15 menit. Terlebih saat Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi meminta para anggota Geng 69 dan Lamper merefleksi diri. Mengingat kerja keras orangtuanya yang telah mendidik tetapi dibalas dengan tindakan yang meresahkan masyarakat. Kapolsek juga meminta kepada para orangtua untuk mendoakan anak-anaknya tersebut.

 

“Ayo sekarang sujud di kaki orangtuanya masing-masing, meminta maaf. Sadar dan ingat kalau kalian masih punya orangtua dan mereka selalu menunggu di rumah. Orangtua kalian bekerja keras agar kalian menjadi orang pintar. Ternyata di luar kalian justru meresahkan masyarakat,” kata Budi Rahmadi saat meminta para anggota geng itu sujud di kaki orangtuanya.

 

Sebelum itu, para anggota Geng 69 dan Lamper tersebut juga diminta berikrar dan meminta maaf kepada masyarakat Kota Semarang. Hal itu karena tindakan mereka sudah meresahkan warga. Mereka juga disuruh untuk bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

“Kami menyuruh mereka untuk berikrar, meminta maaf kepada masyarakat Kota Semarang. Perbuatan mereka sudah meresahkan masyarakat dan tidak bisa ditolerir. Ikrar ini akan kami sebarkan, kalau nanti mereka melakukan lagi maka akan ada tindakan tegas terukur dari kami,” terang Budi.

 

Budi menambahkan, para orangtua tersebut sengaja didatangkan untuk melihat perbuatan anak-anaknya. Selain para orangtua juga kami panggil ketua RT di lingkungan tempat tinggal masing-masing anak. “Kami berikan pembinaan, orangtua dan RT kami panggil untuk ikut serta membina anaknya,” tutup Kapolsek (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.