Aice Grup Bagikan 5 Juta Masker Medis

*Bersama GP Ansor, Perkuat Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

BATANG – Sebagai wujud kepedulian pada pandemi Covid-19 ini, Aice bersama GP Ansor membagikan  5 juta masker medis di Kabupaten Batang.  Gerakan gerakan kemanusiaan berupa pembagian masker ini, dapat apresiasi dari  Bupati Batang H. Wihaji S.Ag., MPd.,  Bupati menilai sektor pertanian sebagai sumber utama ketahanan pangan perlu dijaga semua pihak secara serius.

Ia menambahkan, kolektifitas dalam gerakan pentahelix dari Pemerintah Pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) dan Pemerintah Daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa menjadi kunci penting dalam mencegah perburukan pandemi.

Optimisme Wihaji tersebut disampaikan dalam kesempatan seri kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia yang sedang berada di wilayahnya, di Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat, Batang, Jawa Tengah pada Kamis (3/12).

“Pemkab Batang memberikan apresiasi tinggi pada misi kemanusiaan GP Ansor dan Aice Group di hari ini. Insya Allah dengan kolektifitas yang dirintis KSP, GP Ansor dan Aice di 20 kota pandemi akan mampu kita lawan. Bagi Batang, fokus menjaga produktifitas sektor pertanian yang tetap tinggi menjadi sangat strategis bagi ketahanan pangan di Jawa Tengah maupun nasional,” jelas Wihaji.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Koordinator Wilayah Jawa Tengah – Jogjakarta Mujiburrohman mengatakan bahwa gerakan kemanusiaan yang diinisiasi olehnya bersama Aice Group dan KSP dimaksudkan menjadi solusi sekaligus inspirasi buat semua anak bangsa.

Gus Mujib menjelaskan bahwa gerakan pentahelix ini diniatkan menyasar kepada masyarakat akar rumput yang paling rentan terjangkit virus mematikan ini. GP Ansor dan Aice Group mendistribusikan tak kurang dari 150 ribu masker medis SHIELD yang diproduksi oleh produsen es krim Aice kepada masyarakat luas.

Sasaran utamanya adalah masyarakat akar rumput yang memang selama ini rentan tertular karena berbagai faktor. Akses ekonomi dan pasokan masker medis berkualitas tinggi yang terbatas dalam menghadapi bahaya droplet mengandung virus, ditambahi dengan aktifitas kehidupan sehari-hari di masyarakat bawah yang makin tinggi paska usainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu menjadi dua faktor utamanya.

Gus Mujib menilai kombinasi antara ketersediaan masker medis berkualitas tinggi, edukasi publik, dan langkah pengawasan dan kedisiplinan dari semua pihak akan menyelamatkan masyarakat grass root terinfeksi virus.

“Semua pihak di Batang dan Indonesia secara umum perlu menegakkan protokol pemakaian masker medis berkualitas. Pengabaian kedisiplinan bermasker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, memberikan resiko besar bagi ketahanan pangan dan juga keselamatan jiwa. Yang jelas, keselamatan dan kesehatan rakyat dari ancaman virus jahat ini adalah prioritas,” jelas Gus Mujib.

Masker medis yang didistribusikan kepada banyak kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota tersebut diproduksi sendiri oleh Aice Group dan memiliki spesifikasi 3-ply sesuai dan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keinginan Aice Group dan GP Ansor membagikan masker berspesifikasi standar medis ini, didasari oleh niatan menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini secara optimal. Seperti diketahui, droplet mengandung virus ini dapat muncul di dalam batuk, bersin dan cairan yang keluar saat melakukan percakapan di ruang tertutup atau jarak dekat.

Aice Group sendiri menyatakan bahwa masker SHIELD tidak akan dijual ke publik. Masker ini akan khusus diproduksi untuk didonasikan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Diproduksi di pabrik yang modern milik Aice Group di Mojokerto Jawa Timur, SHIELD akan didistribusikan bersamaan dengan paket Vitamin C untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang disasar.

Meski demikian, Aice Group sendiri bukan hanya membagikan lima juta masker lewat Misi Kemanusiaannya dengan GP Ansor dan KSP, namun juga membagikan 15 juta masker lainnya melalui 200 ribu UMKM yang selama ini menjadi penjual es krim Aice di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti diketahui, Aice menjadi produsen yang dangat dekat dengan masyarakat berbagai kalangan. Produknya yang enak, memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat. Dan es krim Aice sangat mudah ditemui masyarakat di area dekat tempat tinggalnya. Berbagai warung yang ada di seantero Nusantara menjadikan Aice sebagai salah satu primadona produk bagi semua kalangan.

“Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar untuk menekan penularan virus di masyarakat. Visi kemanusiaan akan selalu mejadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur, misalnya, tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana, Brand Manager Aice Group. (ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.