Agunan Dilelang, Samuri Gugat BRI Kendal

KENDAL – Seorang nasabah menggugat Bank BRI Cabang Kendal lantaran agunan pinjamannya dilelang secara sepihak. Sumari, 63, warga Ringinarum mengatakan dirinya merugi karena sertifikat tanah miliknya yang diagunkan ke BRI setempat dilelang. Didampingi kuasa hukumnya, Jawade Havidz Arsyad, Samuri memasukkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kendal pada 1 Agustus 2017.

Sumari mengaku membayar angsuran yang timbul atas piutang BRI kepadanya. “Ini janggal, sebab klien saya awalnya mengaku kesulitan untuk melunisai hutanganya. Tiba-tiba tanpa diberitahu, salah satu sertifikat tanah berupa sebidang tanah miliknya akan dilelang. Malah lelang sudah selesai dan dalam waktu dekat sawahnya dieksekusi,” ujar Jawade.

Gugatan itu merupakan langkah hukum perlawanan eksekusi pengosongan lahan Sumari. Menurut Jawade, proses pengajuan lelang tidak transparan kepada nasabah. “Klien kami ini sama sekali tidak diberitahu kalau agunannya akan dilelang. Padahal sesuai aturan perundangan yang berlaku, klien kami harus dibertahu terlebih dahulu,” tandas Jawade.

Dijelaskan, dengan gugatan tersebut pihaknya ingin mengungkap proses ketidakadilan  yang menimpa kliennya. “Kasihan nasabah dan rakyat kecil yang jadi korban karena adanya mafia lelang yang dilakukan oleh oknum di BRI ini,” imbuhnya. Jawade menambahkan, pihaknya juga meminta PN Kendal untuk menunda eksekusi. Sebab masalah ini masih dalam proses hukum. Kalaupun panitera sudah mendapatkan perintah dari ketua pengadilan untuk tidak memaksakan.

“Sebab kalau sampai terjadi eksekusi, sementara proses hukum masih berjalan ini akan menimbulkan kegaduhan. Semua pihak harus menunggu keputusan pengadian yang terlah berkekuatan hukum tetap. Apakah lelang itu prosedurnya benar atau tidak,” jelasnya.

Sementara Samuri menjelaskan, dirinya pinjam di BRI Cabang Kendal sejak tahun 1986. Awalnya pinjam Rp 5 juta dengan menggadaikan sertifikat sawah 6.000 meter persegi. Belakangan, agunan diganti dengan 2 sertifikat, lalu Sumari kembali diberi pinjaman Rp 10 juta.

Sampai ditahun 2008, utang Samuri mencapai Rp 500 juta dengan total sertifikat yang diagunkan mencapai enam bidang tanah. “Saya selalu mengangsur utang itu, sampai akhirnya melunasi pada 24 Desember 2014 dengan membayar Rp 21.371.476 ke BRI Cabang Kendal,” katanya sembari menunjukkan bukti pelunasan hutanganya.

Sementara itu Pimpinan BRI Cabang Kendal sudah tiga kali didatangi wartawan untuk dimintai keterangan, tapi enggan memberikan penjelasan. “Dua kali Bapak Pimpinan kami ke Semarang. Termasuk hari ini tidak bisa menemui karena ada tamu mas,” ujar salah satu karyawan BRI Cabang Kendal yang menolak disebut namanya. (MJ-01)

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

2 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.