Afandi Berpulang Dua Hari Sebelum Syukuran Tedhak Siti Anaknya

?
 
KENDAL – Suasana haru mewarnai pemakaman jenasah korban helikopter Basarnas, Maulana Afandi di Dusun Sapen Desa Boja Kecamatan Boja Kendal Senin (03/07) siang. Istri dan orangtua Maulana Afandi tidak kuasa menahan sedih dan menangis saat jenasah disemayamkan dan diberangkatkan ke pemakaman Sedapu Boja. Rencananya Maulana Afandi akan menggelar syukuran tedhak siti anaknya, Selasa (04/07) besok.

Jenasah Maulana Afandi anggota Basarnas Semarang yang menjadi korban jatuhnya helikopter Basarnas tiba di rumah duka Senin siang. Suasana haru menyelimuti kediaman istri Maulana Afandi, sejumlah pelayat dari Basarnas dan rekan relawan nampak ikut mengantarkan jenasah.

Istri korban terus menangis sambil menggendong anaknya yang masih berusia tujuh bulan, sementara orangtua korban tidak kuasa menahan sedih dan jatuh pingsan. Suasana semakin haru ketika rekan Maulana Afandi di Basarnas menyalami istri korban.

Rencananya maulana afandi akan mengadakan syukuran tedhak siti anaknya, hari Selasa besok. Sejumlah persiapan untuk acara sudah dibuat namun takdir berkehendak lain. Istri Maulana Afandi, Linaena Panuntun mengatakan seharusnya Humas Basarnas Semarang ini selesai melaksanakan tugas Senin sore ini.

“Rencananya mas Fandi akan pulang senin malam karena besok selasa akan menggelar tedhak siti. Persiapan sudah dibuat mas fandi jauh jauh hari sebelum berangkat tugas di Gringsing,” katanya.

Sementara itu dimata rekan Basarnas, almarhum terkenal sosok yang tekun dan rajin. “Fandi itu saya anggap adik saya karena bekerja satu ruangan di Humas Basarnas. Affandi menjadi humas merupakan panggilan hatinya karena awalnya dia adalah tim penyelamat,” ujar Zulhawary, rekan almarhum.

Sedangkan sosok Maulana Afandi sangat dekat dengan jurnalis tidak hanya di Kota Semarang melainkan di Jawa Tengah. “Tugasnya sebagai Humas Basarnas Semarang kerap memberikan data kepada rekan wartawan saat ada kejadian bencana di Jawa Tengah. Dia juga orangnya lucu dan mudah bergaul dengan wartawan manapun,”  kata Parwito, jurnalis Semarang.

Jenasah Maulana Afandi dimakamkan di pemakaman umum Sedapu Boja diantar ratusan peziarah dari relawan, Basarnas, Anggota kepolisian dan warga sekitar. Maulana Afandi merupakan satu dari delapan penumpang helikopter Basarnas jenis Dolphin yang jatuh di Temanggung saat hendak melakukan pemantauan di bencana ledakan kawah Dieng minggu sore. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.