Aduan Masyarakat Cepat Tertangani lewat Lapor Hendi dan Darurat 112 Versi 3

Melalui Layanan 112 versi terbaru, pengaduan bisa langsung direspons cepat dan petugas akan ke lapangan untuk mengatasi aduan masyarakat.

SEMARANG – Media yang digunakan masyarakat Kota Semarang untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan kepada Wali Kota Semarang secara langsung, yakni aplikasi Lapor Hendi diperbaharui. Selain itu, PT ESA Kreasi Negeri (ESA) juga menyempurnakan aplikasi Layanan Darurat 112.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama PT ESA Kreasi Negeri dan jajaran terkait meluncurkan aplikasi Lapor Hendi dan Layanan Darurat 112 versi 3 di Hotel Semesta Semarang, Rabu (16/10/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

CEO ESA, Agung Susanto mengatakan, alasan pihaknya menyempurnakan aplikasi tersebut karena perkembangan teknologi yang cepat dan kebutuhan akan layanan digital juga semakin meningkat.

“Kebutuhan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kesehatan, keamanan, keselamatan, dan pertolongan cukup tinggi. Melalui aplikasi yang sudah ada kami bersama Pemerintah Kota Semarang berupaya untuk menyempurnakan melalui aplikasi Mobile Field Responder untuk perangkat organisasi perangkat daerah (OPD),” ungkapnya di sela peluncuran aplikasi Lapor Hendi dan Layanan Darurat 112 versi 3 di Hotel Semesta Semarang, Rabu (16/10/2019).

Adapun kelebihan aplikasi Lapor Hendi versi 3 di antaranya, masyarakat dapat berkomunikasi secara langsung kepada seluruh elemen di Pemerintahan Kota Semarang melalui SMS dan beberapa platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain. Sedangkan Layanan 112 versi 3 dikembangkan dari yang dulu hanya berbasis web, kini dengan adanya aplikasi Mobile Field Responder yang terintegrasi dapat membantu proses dan komunikasi perangkat daerah sehingga berjalan lebih efisien serta responsif dalam pemberian pelayanan bagi masyarakat.

“Melalui Layanan 112 versi terbaru, pengaduan bisa langsung direspons cepat dan petugas akan ke lapangan untuk mengatasi aduan masyarakat. OPD yang menampung aspirasi masyarakat pun bisa lebih intens berkomunikasi dengan call center,” jelasnya.

Ke depan ESA juga akan memperkenalkan versi lanjutan aplikasi Mobile 112 untuk publik sebagaimana melalui aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam keadaan darurat diri atau situasi darurat orang lain.

“Pada aplikasi ini akan kami lengkapi tombol panik, kecelakaan, pantauan kecelakaan, basis informasi dan sumber daya, serta pertolongan pertama,” imbuh Agung.

Sementara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, peluncuran dan penyempurnaan aplikasi pelaporan ini sebagai wujud untuk mendukung Kota Semarang sebagai Smart City.

“Namun, slogan smart city ini bukan untuk gagah-gagahan saja, tapi untuk semakin mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selama ini pemkot sudah menerapkan program bergerak bersama dengan harapan, semua masalah bisa ditangani bersama. “Terkait pelaporan dari masyarakat pun kami sudah wadahi sejak tahun 2016. Melalui Lapor Hendi pada tahun itu, aspirasi masyarakat bisa ditangani dalam waktu 15 hari. Lalu kami evaluasi enam bulan kemudian, laporan selesai dalam 10 hari, dan tahun 2017 laporan masyarakat selesai dalam 5 hari. Upaya ini semata-mata untuk mulyakno rakyat dan nyenengke rakyat,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.