Ada Trans Semarang, Gua Kreo bakal Makin Dikenal

BLU BRT Trans Semarang akan mengoperasikan Koridor VIII pada pertengahan bulan November 2019 mendatang.

SEMARANG – Pengunjung obyek wisata Gua Kreo di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati diyakini bakal meningkat jumlahnya seiring akan beroperasinya BRT Trans Semarang Koridor VIII. Ditargetkan jumlah pengunjung akan semakin bertambah mencapai 12 ribu orang lebih.

Wisata Gua Kreo bakal semakin dikenal setelah dilewati Trans Semarang. Foto: metrojateng.com/dok

BLU BRT Trans Semarang sendiri rencana akan mengoperasikan Koridor VIII pada pertengahan bulan November 2019 mendatang. Rute koridor VIII rencana dari Terminal Cangkiran-Gunungpati-Gua Kreo-Manyaran-Museum Ronggowarsito-Karangayu-Jalan Pemuda-PP.

‘’Kalau pada tahun 2018 lalu kunjungan wisatawan di Gua Kreo tembus 12 ribu orang, maka dengan dilewati jalur BRT Koridor VIII kami yakin di 2019 akan meningkat lebih banyak lagi,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, Jumat (6/9/2019).

Dia melanjutkan, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar Desa Wisata Kandri ditetapkan sebagai desa wisata tingkat provinsi. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jawa Tengah.

‘’Saat ini sedang diverifikasi dulu, untuk ditetapkan sebagai desa wisata di tingkat provinsi,’’ tegasnya.

Disebutkan Iin, sapaannya, khusus Desa Wisata Kandri memang diuntungkan dengan lokasinya yang berdekatan dengan obyek wisata Gua Kreo. Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawannya jadi selalu meningkat.

Apalagi sekarang juga sudah ditambah adanya Plaza Kandri, tempat menggelar berbagai event kesenian dan kebudayaan bagi masyarakat setempat.

‘’Lokasinya (Plaza Kandri) out door dengan pemandangan background Waduk Jatibarang, tentu menarik sekali bagi wisatawan untuk menyaksikan pentas seni dan kebudayaan masyarakat lokal tersebut,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut Iin, ditambah setiap tiga bulan sekali ada pertemuan dari beberapa daerah sekitar untuk mengenalkan wisata masing-masing. Khususnya dari wilayah Kedungsepur yang kaya akan potensi kesenian dan kebudayaan lokal.

‘’Masing-masing daerah bisa mengenalkan desa wisatanya. Sehingga makin dikenal dan sekaligus sebagai ajang promosi, termasuk juga mengenalkan Desa Wisata Kandri,’’ tandasnya.

Di samping itu pihaknya juga melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah. Harapannya adalah masyarakat setempat bisa secara rutin menggelar berbagai atraksi seni dan budaya, sehingga menarik lebih banyak wisatawan untuk datang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.