Ada Tol Trans Jawa, Konsumsi Avtur Turun

Biasanya konsumsi Avtur naik tiap kali ada libur panjang seperti Lebaran atau Natal dan Tahun Baru

SEMARANG – Keberadaan Tol Trans Jawa yang sudah berfungsi saat libur Natal dan Tahun Baru berdampak pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Avtur. Selama momen tersebut Pertamina mencatat ada permintaan Avtur turun.

Mobil tangki Pertamina mengisi Avtur di sebuah maskapai di Bandara Ahmad Yani Semarang. Pada libur Natal dan Tahun Baru 2019 permintaan Avtur mengalami penurunan karena keberadaan Tol Trans Jawa di wilayah Jateng-DIY. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

General Manager Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Tengku Fernanda mengatakan, keberadaan Tol Trans Jawa berdampak positif terhadap permintaan Avtur di tiga bandara di Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

“Biasanya konsumsi Avtur naik tiap kali ada libur panjang seperti Lebaran atau Natal dan Tahun Baru, tetapi kali ini di Semarang, Solo, dan Yogyakarta justru turun. Turunnya antara enam sampai tujuh persen di tiga bandara tersebut,” katanya, Senin (7/1/2019).

Kondisi itu karena masyarakat banyak beralih yang menggunakan jalur darat dan memanfaatkan jalan tol daripada menggunakan moda transportasi pesawat.

Fernanda menuturkan, sebelumnya Pertamina telah menyiagakan tambahan stok avtur sebanyak tujuh persen dari rata-rata konsumsi normal, yakni dari 480 kiloliter menjadi 514 kiloliter untuk mengantisipasi padatnya penerbangan di bandara Jateng dan DIY selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

“Ternyata kondisi libur Natal dan Tahun Baru 2019 ini berbeda dengan libur sebelumnya. Banyak masyarakat memanfaatkan jalan tol,” tuturnya.

Sementara pelayanan BBM di tol Trans Jawa selama periode satgas, Pertamina MOR IV mencatat penyaluran BBM tertinggi di jalur A (menuju Surabaya) terjadi pada tanggal 22 Desember 2018 yaitu 42 kiloliter untuk jenis Pertamax dan tiga kiloliter untuk produk Dex series, sedangkan penyaluran tertinggi di jalur B (menuju Jakata) terjadi pada tanggal 30 Desember 2018 yaitu 25 kiloliter untuk produk Pertamax dan empat kiloliter untuk produk Dex series.

“Kemudian, untuk penyaluran BBM jenis gasoline (premium, pertalite dan pertamax series) mengalami peningkatan total sebesar 12 persen yaitu dari rata-rata normal sebesar 12.403 kiloliter menjadi 13.849 kiloliter. Lalu, produk Gasoil (biosolar dan dex series) mengalami penurunan sebesar 12 persen yaitu dari penyaluran harian normal sebesar 6.337 kiloliter menjadi 5.582 kiloliter karena menurunnya aktivitas industri selama masa liburan natal dan tahun baru,” jelasnya.

Untuk penyaluran elpiji, imbuh Fernanda, selama masa Satgas Pertamina MOR IV mencatat rata-rata penyaluran elpiji subisidi dan nonsubsidi sebesar 3.891 MT/hari atau naik tujuh persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yaitu 3,672 MT/hari dan selama masa satgas Natal dan Tahun Baru, Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji (SPPBE) juga telah menambah jam operasionalnya untuk melayani masyarakat akan kebutuhan elpiji. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.