Ada Kebocoran, Pendapatan Parkir Semarang Meleset dari Target

SEMARANG – Persoalan pendapatan daerah dari sektor parkir yang masih rendah menjadi sorotan kalangan DPRD Kota Semarang. Rendahnya pendapatan parkir dinilai karena adanya kebocoran sehingga tidak pernah mencapai target yang ditetapkan.

Ilustrasi
Foto: dok metrosemarang.com

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, parkir sebenarnya salah satu pos primadona untuk mendapatkan pendapatan asli daerah karena potensinya sangat besar. Tapi pada tahun 2017 dari target pendapatan Rp5,5 miliar, realisasinya hanya mencapai Rp2,5 miliar.

‘’Itu karena masih terjadi kebocoran penerimaan pendapatan parkir yang besar. Kebocoran disebabkan karena mata rantai penerimaan retribusi parkir tidak langsung ke pemkot. Tapi melalui mata rantai cukup panjang mulai dari juru parkir, pemilik area parkir, petugas penarik retribusi baru masuk ke kas pemkot,’’ katanya, Kamis (17/5).

‘’Belum lagi kebocoran karena setor ke preman dan backing lokasi parkir. Selama mata rantai tidak diputus, target pendapatan retribusi parkir umum tidak akan pernah tercapai,’’ imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menghitung, di Kota Semarang ada sedikitnya satu juta sepeda motor dan 500 ribu mobil. Dalam satu hari, jika satu sepeda motor ditarik retribusi Rp1.000 untuk sekali parkir maka sudah ada penerimaan Rp1 miliar. Sedangkan retribusi untuk mobil Rp 2.000, maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar.

‘’Itu baru satu hari, kalau satu bulan tinggal dikalikan 30 hari. Hasilnya sangat besar,” urainya.

Karena itu, Supriyadi meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk mencari solusi atau format baru penanganan retribusi parkir umum agar dapat menyumbang pendapatan asli daerah lebih besar lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Mukhamad Khadik mengatakan, potensi pendapatan daerah dari sektor parkir memang cukup besar. Tapi, pihaknya masih membuat kajian bagaimana pengaturan parkir yang paling tepat.

‘’Mudahan-mudahan segera ditemukan format yang pas, sehingga masalah kebocoran pendapatan bisa dieliminasi,’’ katanya.

Diakui, di tahun 2018 ini target pendapatan pakir yang dibebankan ke pihaknya naik hampir 400%, yaitu dari di 2017 sekitar Rp4 miliar sekarang menjadi Rp15 miliar. Dibutuhkan langkah-langkah inovasi agar target pendapatan daerah bisa tercapai.(duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

44 + = 46

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.