Ada Aturan Pembatasan Kampanye, Tim Hendi-Ita Inisiasi Kampanye Kreatif

Tim pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Hendi – Ita berupaya mengaplikasikan berbagai tekhnologi dalam melakukan sosialisasi pilwalkot.

SEMARANG – Tim pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita G Rahayu berupaya untuk mengaplikasikan berbagai tekhnologi dalam melakukan sosialisasi.

Hal tersebut dilakukan untuk dapat menarik minat masyarakat untuk mau memahami informasi tentang pasangan calon yang akrab disapa Hendi – Ita itu, juga untuk terus mengingatkan masyarakat terkait akan berlangsungnya Pemilihan Walikota Semarang pada tanggal 9 Desember 2020.

Disebutkan oleh Ketua Tim Pemenangan Hendi – Ita, Kadarlusman, melalui berbagai penerapan tekhnologi tersebut, diharapkan informasi yang diberikan oleh tim pemenangan dapat lebih mudah tersampaikan, tanpa perlu tatap muka.

Disebutkan oleh Kadarlusman, berbagai pembatasan kegiatan kampanye yang diatur dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020 tidak dipandang tim pemenangan sebagai halangan, melainkan tantangan. Untuk seluruh tim pemenengan Hendi – Ita berupaya menjawab tantangan tersebut, dengan menginisiasi berbagai model – model kampanye kreatif, yang tidak bertentangan dengan regulasi yang ada.

Upaya tersebut antara lain dengan membuat Posko Pemenangan sebagai media kampanye dengan tekhnologi video mapping, serta menghadirkan calon Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dalam bentuk hologram.

Disampaikan pria yang akrab disapa Pilus tersebut, berbagai kampanye kreatif yang diinisiasi sebagai bagian dari sikap menghormati regulasi yang telah ditetapkan oleh KPU.

“Alhamdulillah, adanya sejumlah pembatasan yang diatur oleh KPU telah memantik kreatifitas teman – teman. Mulai dari virtual box kita maksimalkan, terus besok sabtu teman – teman akan coba gunakan video mapping, lalu nanti juga akan ada hologram mas Hendi. Pokoknya apa yang diaplikasikan, kita upayakan,” jelas Pilus. “Sehingga tidak ada niat sedikitpun dari kami untuk tidak taat pada peraturan KPU,” tekannya.

Pilus sendiri juga meyakinkan sikap menghormati dan taat pada aturan KPU juga dipegang oleh struktur tim pemenangan di seluruh tingkatan. “Teman – teman tim pemenangan di wilayah – wilayah juga sama, mereka lebih mengedepankan kampanye door to door, lewat media sosial, dan seterusnya,” tegas Pilus.

“Arahan mas Hendi sudah jelas, bahwa aturan KPU harus dipegang, maka kami kampanye yang kami lakukan pun sesuai koridor tersebut,” tekannya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.