Ada 149 Alat Pendeteksian Dini di Merapi

Saat ini Gunung Merapi dalam kondisi normal. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa.

SEMARANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memasang alat pendeteksian dini (early warning system/EWS) di sekitar lereng Gunung Merapi yang masuk
wilayah Jawa Tengah.

erupsi merapi
Gunung Merapi sesaat setelah serupsi pada pagi, Jumat (1/6/2018). (foto: Ch Kurniawati)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, aktivitas Gunung Merapi masih aktif sampai saat ini. Baru-baru ini, kata dia, kubah lava di puncak gunung berapi teraktif di Indonesia tersebut membesar seiring adanya perubahan pada siklus gunung.

“Ada 149 unit EWS, juga kamera perekam atau CCTV sudah kita pasang semua mengelilingi gunungnya. Untuk mendeteksi aktivitas kegempaan dan letusan itu sudah mencukupi,” ungkapnya kepada metrojateng.com, Senin (3/12/2018).

Saat ini, ujar dia, Gunung Merapi dalam kondisi normal. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa sembari ikut penyuluhan dan pelatihan penanggulangan bencana bersama petugas dan relawan BPBD.

Menurut dia, hembusan angin di puncak Gunung Merapi saat ini mengarah ke Sleman, DIY. Pihaknya meminta warga setempat meningkatkan kewaspadaan terutama ketika aktivitas kegempaan meningkat.

“Kalau laharnya masuk ke sungai-sungai tidak jadi masalah. Yang jadi persoalan ketika laharnya muncul berbarengan dengan awan panas. Sedikit banyak bisa merusak hunian warga,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.