9 Siswa SD Cukur Paksa dan Lukai Alat Vital Seorang Siswi

KUDUS – Polres Kudus sedang mendalami kasus dugaan kekerasan dengan korban siswi sebuah sekolah dasar di Kabupaten Kudus. Dugaan kekerasan ini dilakukan oleh teman sekelas korban. Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning, menjelaskan,?pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut pada Sabtu (29/7)

“Kasus ini masih didalami secara profesional. Tentunya merujuk ke Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujarnya, Selasa (1/8). Korban adalah warga Kabupaten Jepara. Atas kejadian itu, keluarganya memindahkan korban ke sekolah lain.

Kasus ini membuat Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus turun tangan. Mereka berencana memberikan pendampingan hukum terhadap korban. “Kami akan mengupayakan pendampingan hukum terhadap korban,” ujar Ketua JPPA Kudus, Noor Haniah, saat dihubungi lewat ponsel pribadinya, Selasa (1/8/2017).

Tindakan kekerasan tersebut bermula saat korban tidak tunduk pada ketua geng sekelasnya. Saat itu, tepat jam pelajaran berlangsung namun bertepatan guru kelas sedang tidak berada di kelas, Rabu (19/7)

“Karena tidak nurut, akhirnya korban dipukuli, rambutnya dicukur paksa, bahkan alat vitalnya dilukai menggunakan penggaris. Ada sekitar sembilan pelaku kekerasan tersebut,” pungkas dia. (MJ-23)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

17 − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.