85 Kelompok Seniman Meriahkan Festival Lima Gunung di Magelang

Puluhan turis asing juga sengaja hadir menyaksikan FLG yang digelar selama tiga hari, 10-12 Agustus 2018

MAGELANG – Sebanyak 2.000 seniman tampil dalam perhelatan Festival Lima Gunung (FLG) XVII yang digelar di Dusun Wonolelo Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Mereka berasal dari 85 kelompok kesenian.

Festival Lima Gunung (FLG) XVII digelar selama tiga hari, 10-12 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Para seniman juga berasal dari Yogjakarta, Jatim dan Jabar. “Tahun ini luar biasa banyak komunitas seniman yang ikut tampil dalam FLG,” kata Ketua Panitia FLG XVII, Ki Ipang, Minggu (12/8/2018).

Komunitas seniman dari luar negeri juga ikut berbaur bersama para seniman lima gunung; Merapi, Andong, Merbabu, Sumbing dan Menoreh.

Puluhan turis asing juga sengaja hadir menyaksikan FLG yang digelar selama tiga hari, 10-12 Agustus. “Mereka ada yang dari Australia, Jepang, Prancis maupun Belgia,” ungkap Ki Ipang.

Seniman dari Australia tersebut juga ikut tampil saat pembukaan pameran seni rupa di FLG ini. Seni rupa yang dipamerkan, selain lukisan beberapa seniman, juga belasan foto karya wartawan Magelang dan Temanggung.

FLG XVII kali ini mengusung tema “Masih Goblog Bareng”. Tema ini masih ada kaitan dengan tema FLG ke-16 lalu, yang mengusung “Mari Goblog Bareng”.

Ketua FLG, Supadi mengungkapkan, tema itu sengaja dipilih agar kita semua selalu mawas diri dan tidak menganggap diri sebagai orang pintar. “Kita ingin ajak warga untuk selalu belajar, belajar dan terus belajar sehingga tidak menjadi orang sombong yang keminter,” katanya.

Dalam FLG kali ini, instalasi yang dipasang di atas panggung adalah topeng penthul karya seniman Irul, warga Bandongan. Instalasi topeng penthul sengaja dipilih karena memang identik dengan seniman pembuatnya.

“Mas Irul merupakan seniman yang sering membuat topeng penthul, baik itu penthul tembem dan penthul lainnya. Identik dengan Mas Irul yang memang lucu,” kata Supadi.

Ia juga mengakui, panitia FLG menolak bantuan Rp1 miliar dari Kementerian Pariwisata karena memang sejak awal berdirinya, merupakan perhelatan yang digelar tanpa sponsor. “Semua mandiri, dibiayai seniman dan juga petani dan warga lainnya,” ujarnya.

Dalam hal ini, tidak ada seniman yang tampil di bayar. Justru mereka membiayai sendiri untuk bisa tampil di FLG ke-17 ini. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.