Pasangan Petahana Hendi-Ita Ingin Bangun Makerspace

Calon petahana Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu,

SEMARANG – Calon petahana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan telah memasukkan pembangunan Makerspace dalam visi misinya untuk tahun 2021 – 2024.

Pasangan calon petahana yang akrab disapa Hendi – Ita tersebut meletakan pembangunan makerspace sebagai bagian dari program pada misi mereka yang ke-2, yaitu dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing dan stimulasi pembangunan industri, berlandaskan riset dan inovasi, berdasar prinsip demokrasi ekonomi pancasila.

Ita mewakili Hendi menerangkan, melalui misi tersebut, pasangan calon petahana tersebut ingin melakukan penguatan kemitraan usaha pada pelaku UMKM di Kota Semarang.

Adapun pembangunan Makerspace diniliai menjadi pembangunan yang berkesuaian, karena merupakan salah satu bentuk Creative Hub yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pelaku UMKM di Kota Semarang. Pasalnya, melalui makerspace pelaku UMKM dapat menggunakan fasilitas yang dapat mendukung keperluan produksi.

Calon tunggal Wakil Wali Kota Semarang itu secara detail menjelaskan, ada tiga bentuk Creative Hub saat ini, yaitu Coworking Space (ruang kerja bersama), Creative Space (ruang pamer bersama produk industri kreatif), dan Makerspace (ruang produksi bersama).

“Untuk Coworking Space kita sudah ada 4, di Kota Lama, Tri Lomba Juang, Gedung Pandanaran, dan di Gedung Pusat Informasi Publik. Sedangkan untuk Creative Space kita juga ada 2 di Kota Lama. Maka selanjutnya kami akan mengarah pada Makerspace,” terangnya.

Dirinya melanjutkan, Makerspace tersebut nantinya akan menyediakan fasilitas peralatan untuk berbagai sektor industri kreatif, sehingga dapat mendukung UMKM yang sedang merintis.

“Sehingga misalnya nanti yang merintis bisnis fotografi, bisa kita fasilitasi kamera sampai studionya untuk digunakan bersama. Atau yang merintis menjadi penata busana, kita sediakan fasilitas mesin jahit, manekin, juga studio gambarnya,” tutur Ita.

“Yang merintis usaha sablon juga begitu, kalau percetakan juga semisal alat printingnya, sampai musisi pun bisa difasilitasi studion rekamannya untuk dimanfaatkan bersama. Tapi tentu saja nanti dirinci terlebih dahulu, mana yang paling mendesak, mana yang pelakunya paling banyak, untuk kemudian kita kerjakan satu per satu,” tambahnya.*

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.