62 Desa di Kendal Rawan Longsor, 63 Rawan Banjir

image

KENDAL – Sedikitnya 62 desa di 17 kecamatan di Kendal masuk dalam wilayah yang rawan terjadi bencana longsor. Sementara 63 desa di 10 kecamatan tercatat masuk dalam zona yang rawan banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal telah memetakan daerah rawan bencana jauh-jauh sebelumnya atas data musim penghujan tahun lalu. “Daerah yang rawan akan bencana tanah longsor maupun banjir terhitung masih sama dengan tahun lalu,” kata Plt Kepala BPBD Kendal Slamet.  

Dikatakan, untuk bencana longsor, biasanya terjadi di daerah wilayah Kendal bagian atas seperti Kecamatan Plantungan, Sukorejo, Pageruyung, Boja, Singorojo, Limbangan serta Kaliwungu Selatan.

Diungkapkan, pada tahun lalu, longsor terjadi di Desa Mojoagung menimpa 14 rumah. Beberapa warga yang terkena musibah longsor di antaranya diungsikan ke daerah terdekat. Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini, kata dia juga ditujukan untuk memberikan naungan sementara bagi warga yang terkena bencana.

“Untuk mengantisipasi hal itu, kami sudah menyiapkan beberapa titik lokasi yang biasa dipakai untuk dapur umum dan tempat pengungsian sementara,” jelasnya.

Dapur umum tersebut antara lain berada di Balai Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal, Kantor Kecamatan Ngampel, Kelurahan Pegulon, Ketapang, serta Balai Desa Bangunsari Kecamatan Patebon.

Lanjutnya, jika terjadi bencana longsor mau pun banjir yang terkadang datang secara tiba-tiba, pihak BPBD telah menyiapkan posko di masing-masing Kecamatan selama 24 jam untuk menampung laporan warga. “Selain beberapa posko yang ada di tiap kecamatan, Kantor BPBD Kendal juga menjadi markas pusat Posko tersebut yang membuka layanan selama 24 jam,” imbuhnya.

Sementara itu, Budiyono (40), warga Desa Mlatiharjo Kecamatan Patean ini? mengungkapkan jika memasuki musim hujan tahun ini sudah dua kali longsor terjadi di daerahnya. Menurutnya, peristiwa tersebut rutin terjadi lantaran tanah di daerah tersebut memang gembur sehingga mudah longsor jika hujan turun.

“Jika sudah kena longsor biasanya warga mengungsi, semoga ke depan warga sini aman dari longsor,” pintanya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

83 + = 88

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.