6 Gudang Kotak Suara di Jateng Tak Layak

Atap Bocor Hingga Lantai Lembab

Diantara gudang-gudang tersebut ada yang atapnya bocor hingga bangunan yang sama sekali belum dialiri listrik.

SEMARANG – Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mewaspadai enam gudang penyimpanan kotak suara di wilayahnya yang berpotensi terdampak cuaca buruk. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng Anik Solihatun menyatakan, terdapat sejumlah lokasi gudang kotak suara yang berada di area rawan banjir.

pemilu 2019
Bahan sosialisasi Pemilu 2019 mulai didistribusikan di Banyumas. Foto: metrojateng.com

“Perlengkapan bilik suara dan kertas suaranya hampir 99 persen sudah berada di semua gudang KPU kabupaten dan kota. Selain itu ada alat-alat tinta, segel kertas-kertas juga sudah standby. Yang perlu diwaspadai itu keberadaan lokasi gudang penyimpanan kotak suara,” kata Anik saat ditemui di kantornya kawasan Papandayan Semarang, Senin (07/01/2019).

Berdasar hasil pengawasan yang dilakukan Bawaslu, lokasi dan kondisi gudang dianggap cukup representatif. Akan tetapi ada enam lokasi gudang yang perlu diperhatikan. Diantara gudang-gudang tersebut ada yang atapnya bocor hingga bangunan yang sama sekali belum dialiri listrik.

Bahkan ada gudang yang rawan dimasuki rayap dan tikus lantaran bangunannya tidak memadai. Kekhawatirannya cukup beralasan mengingat kotak suara untuk Pemilu 2019 terbuat dari bahan baku karton.

Gudang yang rawan banjir, kata Anik berlokasi di Kota Semarang. “Dilihat dari kondisinya, sulit dihindarkan dari situasi banjir,” lanjutnya.

Ada lagi gudang kotak suara di Kota Pekalongan yang belum dialiri listrik sama sekali. Di Purworejo, menurut Anik, gudang kotak suara yang disiapkan oleh KPU hanya beralaskan plester dan semen. Alhasil kondisinya jadi lembab dan rawan dimasuki rayap.

Di Sragen juga ada beberapa titik bangunan gudang yang bocor. Di Karanganyar talang air pada atap gudangnya bocor. “Di Pemalang sudut gudangnya terbuka. Ini sudah direkomendasikan kepada KPU untuk diperbaiki segera,” tegasnya.

Ia memberikan tenggat waktu sampai 16 Januari untuk perbaikan gudang-gudang yang tak layak pakai itu. “Karena 16 Januari surat suara untuk Pilpres sudah rekanan dan didistribusikan. Jadi gudangnya harus disiapkan sebaik mungkin,” ujarnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.