50 Pesepeda Jelajah Trans Jawa 900 Km Diajak Santap Daun Kopi

Mereka berkeliling menyusuri keindahan alam Desa Wisata Lerep dan Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran.

Puluhan pesepeda saat membalap menyusuri jalan-jalan di Ungaran. (istimewa)

 

SEMARANG – Ajang balap sepeda bertajuk Jelajah Trans Jawa 900 Km sedang berlangsung di daratan Pulau Jawa. Usai menempuh jarak sejauh 400 kilometer dari Surabaya, Selasa (5/3) siang, terdapat 50 Pesepeda yang telah tiba di jalur balap Kabupaten Semarang.

Mereka pun berkesempatan mengayuh pedalnya berkeliling Desa Lerep dan Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran.

Setibanya di Desa Lerep, para bikers kemudian berkeliling melihat embung yang dikelola memakai dana desa. Embung yang juga digunakan untuk mengairi pertanian warga itu disulap jadi tempat wisata danau yang indah tepat di kaki Gunung Ungaran.

“Jadi pengelolaan wisatanya menggunakan dana desa. Kami kelola melibatkan warga,” ungkap Kepala Desa Lerep, Sumariyadi saat mendampingi para pesepeda berkeliling kampungnya.

Ia menyebutkan bahwa dana desa telah dimanfaatkan untuk membangun jalan dan irigasi. Ia akan membuat ladang kebun durian yang bisa dikelola warga.

Selesai di Lerep, puluhan pesepeda berlanjut ke Desa Kalisidi. Di desa paling ujung di Ungaran itu, mereka kagum dengan instalasi air di Kalisidi. Sebab, sumber air gunung langsung disalurkan ke rumah warga dengan sangat rapi.

Tak hanya itu, para pesepeda juga diajak menyantap makanan di Griya Dahar Sinongko. Menunya terbilang unik. Yaitu sayur daun kopi. Rasanya yang khas menuai pujian.

“Saya baru pertama kali ini makan. Ternyata enak juga daun kopi kalau dimasak,” ucap salah satu peserta Kho Suhartono (70), pesepeda asal Surabaya.

Koordinator ajang Jelajah Trans Jawa 900 Km, Hendra Dharmanto mengatakan acaranya kali ini ingin melihat perkembangan infrastruktur di Jawa.

Untuk diketahui, Jelajah Trans Jawa melibatkan 50 pesepeda dari berbagai daerah dengan mengambil rute dari Surabaya-Jakarta. Sebelum sampai di garis finish para peserta di ajak mampir ke desa-desa untuk melihat pembangunan infrastruktur.

“Kami ajak para peserta melihat langsung perkembangan Pulau Jawa. Jadi selain bersepeda kita juga berbagi pengelolaan infrastruktur desa satu ke desa lainnya,” katanya. (far)

 

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.