5.000 Penari Gambyong Pecahkan Rekor Muri

SOLO – Sebanyak 5.000 penari Gambyong berhasil memecahkan rekor Muri dengan penari terbanyak, di Hari Tari Sedunia yang digelar di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (29/4). Penari sepanjang 1,4 kilometer secara serentak menari gambyong sekitar 25 menit.

Ribuan penari membawakan Tari Gambyong di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (29/4) pagi dan memecahkan rekor Muri. Foto: metrojateng.com

Lengkap dengan pakaian Jawa, lebih dari 5000 penari tersebut juga mengajak para penonton untuk menari bersama. Salah satu penonton asal Kuala Lumpur, Ili Farhana (36) mengaku baru pertama kali melihat tarian massal dengan gerakan yang sama.

“Itu keren banget, karena pasti sulit kumpulin semua orang. Latihan dances step yang sama, harus mensingkronkan semua, karena itu keren,” ujarnya saat dijumpai di gelaran Car Free Day (CFD).

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi para penari Gambyong yang rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka rela meluangkan waktunya dan untuk melestarian budaya Jawa dengan tari.

“Adanya tarian ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal tarian Gambyong sekaligus untuk nguri-uri budaya Jawa,” ujarnya.

Tari Gambyong adalah tarian Jawa klasik yang berasal dari Surakarta. Biasanya tarian tersebut dibawakan untuk pertunjukan atau menyambut tamu.Tari Gambyong khusus ditarikan oleh wanita.

Dulunya, Gambyong berawal dari nama seorang penari ledhek di zaman Pakoe Boewono IV di Surakarta. Penari itu juga disebut dalam buku Cariyos Lelampahanipun karya R Ng Ronggowarsito tahun 1803-1873.

Dalam buku itu mengungkapkan adanya penari ledhek yang bernama Gambyong yang memiliki kemahiran dalam menari dan kemerduan suara. Sehingga menjadi pujaan kaum muda zaman itu. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

44 + = 46

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.