482 Napi Lapas Kedungpane Memperoleh Remisi

Cecara simbolis diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada salah satu narapidana.

SEMARANG- Momentum Hari Kemerdekaan ke-73 pada Jumat (17/8/2018), menjadi kado istimewa bagi para narapidana yang menghuni Lapas Kelas I A Kedungpane, Semarang.

Upaya pemberian remisi di Lapas Kedungpane Kota Semarang, Jumat (17/8/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Kepala Lapas Kelas I A Kedungpane, Dadi Mulyadi menyebut ada 482 narapidana di lapasnya yang mendapat potongan masa tahanan (remisi).

Menurutnya jumlah ini berkurang daripada data awal yang diajukan kepada Kemenkumham yakni sebanyak 555 narapidana. “Yang disetujui baru 482,” ungkap Dadi.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk narapidana kasus tindak pidana khusus agar bisa diusulkan memperoleh remisi.

Misalnya, kata dia, narapidana kasus korupsi harus sudah memenuhi kewajiban membayar denda serta uang pengganti kerugian negara sebelum memperoleh remisi. Untuk narapidana tindak pidana terorisme, harus sudah mengikuti program deradikalisasi dan mengakui NKRI.

“Kalau denda dan uang penggantinya sudah dibayar, baru bisa diusulkan. Kalau napiter, harus sudah mengakui NKRI, ada surat pernyataannya, baru bisa diusulkan memperoleh remisi,” imbuhnya.

Remisi secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada salah satu narapidana.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kemenkumham Jateng, Heni Yuwono, mengungkap jika ada 6.344 narapidana di wilayahnya yang memperoleh remisi.

Dari jumlah itu ada 24 narapidana korupsi telah memperoleh remisi. Selain itu, untuk perkara tindak pidana khusus lain yang memperoleh pengurangan masa hukuman yakni napi kasus tindak pidana teroris sebanyak 10 orang.

“Kalau perkara tindak penyalahgunaan narkotika sebanyak 1.469 orang dan tindak pidana khusus lainnya sebanyak 81 napi,” ujar Heni. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.