476 Kecelakaan di Kabupaten Tegal, 151 Nyawa Melayang

Tahun 2018

Kecelakaan lalu lintas sepanjang 2018 sebagian besar terjadi di jalur pantura dan selatan. 

SLAWI – Sebanyak 476 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di wilayah Kabupaten Tegal sepanjang 2018 lalu. Berdasarkan data Unit Lakalantas Polres Tegal, dalam kecelakaan tersebut 151 orang meninggal dunia.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, AKP Adiel Aristo. Foto: metrojateng.com/adithya

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengungkapkan, selama 2018 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 476 kejadian. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mampu mencapai 487 kejadian.

“Jumlah korban yang meninggal dunia dalam laka lantas di 2018 sebanyak 151 orang. Menurun tiga persen dari tahun 2017. Namun, tahun lalu jumlah korban meninggal mencapai 155 jiwa,” papar Dwi saat rilis laporan akhir tahun 2018 di Mapolres Tegal.

‎Dwi melanjutkan, kecelakaan yang terjadi sepanjang 2018 tersebut juga menyebabkan korban luka ringan sebanyak 510 orang. Sementara sepanjang 2017 ada 513 korban kecelakaan yang mengalami luka ringan.

“Korban meninggal dunia turun sebesar lima persen, sedangkan korban luka ringan turun sebesar enam persen,” ujar Dwi.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, AKP Adiel Aristo menambahkan, kecelakaan lalu lintas sepanjang 2018 sebagian besar terjadi di jalur pantura dan selatan.

“Karena itu upaya kita nantinya akan memasang pita kejut di sejumlah titik di jalur pantura dan selatan. Ada tiga lokasi rencananya. Kita sudah koordinasi dengan balai,” kata Adiel, Jumat (4/1/2019).

Langkah itu diharapkan bisa mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, utamanya ‎yang disebabkan oleh pengendara atau pengemudi yang mengantuk.

“Titik rawan kecelakaan di pantura dan selatan merupakan jalur lurus panjang sehingga pengemudi rawan mengantuk. Sehingga ini upaya kita untuk mencegah,” terangnya.

Adiel juga mengungkapkan, sepanjang Operasi Lilin Candi 2018, terjadi dua kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat empat orang dan luka ringan empat orang. Jumlah itu sama dengan Operasi Lilin Candi 2017.

“Lokasi terjadinya kecelakaan di jalur selatan. Korban bukan pemudik. Sedangkan penyebabnya karena mengantuk,” pungkasnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.