45.807 Bidang Tanah di Kota Semarang Belum Bersertifikat

Pemerintah menargetkan tahun 2021 seluruh bidang tanah sudah tersertifikasi, dimana saat ini sudah 92,29% dari total 593.979 bidang tanah yang ada di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota dan Kepala BPN Kota Semarang foto bersama warga seusai menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis di balaikota

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan 4.166 sertifikat kepemilikian tanah kepada warga. Penyerahan sertifikat tanah tersebut adalah dalam rangka mendukung program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Presiden RI Joko Widodo.

Dengan penyerahan tersebut, berarti total 548.172 bidang tanah di Kota Semarang telah tersertifikasi. Jumlah tersebut merupakan 92,29% dari total 593.979 bidang tanah yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Sisanya sebanyak 45.807 bidang atau sebesar 7,71% akan diselesaikan di tahun mendatang, sehingga ditargetkan tahun 2021 seluruh bidang tanah di Kota Semarang telah bersertifikat.

Dengan begitu Kota Semarang disebut akan mampu menjadi pionir PTSL yang rampung lebih awal dari target pemerintah pusat pada tahun 2025, serta target Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan, jika sertifikat ini merupakan bukti sah kepemilikan atas tanah. “Sertifikat ini adalah bukti kepemilikan tanah yang sah dan dilindungi undang-undang. Sehingga jika ada makelar tanah, laporkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan, karena panjenengan semua akan dilindungi,” tegasnya.

‘’Tapi jangan buru-buru menyekolahkan (menjaminkan) sertifikatnya untuk mengajukan dana pinjaman. Jika mempunyai usaha produktif, pemerintah akan mendukung usahanya agar lebih meningkat,’’imbuhnya.

Hendi juga berpesan kepada RT, RW, camat, lurah dan seluruh panitia PTSL yang akan melayani warga untuk dapat terus memberikan bantuan sesuai aturan serta mekanisme hukum yang berlaku.

Di tahun anggaran 2020 ini pun Pemerintah kota Semarang bersama Kantor Pertanahan Kota Semarang menargetkan PTSL sebesar 8.000 sertifikat, yang secara bertahap akan diselesaikan pada bulan Mei sebanyak 5.000 sertifikat, dan akhir tahun nanti sebanyak 3.000 sertifikat bidang tanah.

Di sisi lain, dalam mendukung komitmen pembangunan Kota Semarang dalam berbagai hal, Hendi dalam kesempatan itu kemudian mengajak seluruh warga masyarakat untuk lebih aktif terbuka memberikan masukan, saran kepadanya baik secara langsung maupun melalui kanal pengaduan, media sosial dan lainnya.

Sedangkan khusus untuk kemajuan dan keberhasilan pembangunan, warga diharap ikut menyebarluaskan sehingga Kota Semarang dapat semakin maju dan hebat.

Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut, kegiatan juga diisi dengan pembagian 9 doorprize berupa sepeda dari Pemerintah Kota Semarang dan Kantor Pertanahan Kota Semarang.

Hadir dalam kegiatan tersebut selain Hendi selaku Wali Kota Semarang, hadir pula Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Wakil wali kota Semarang, jajaran Forkopimda, serta Camat dan lurah se-Kota Semarang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.