44 Rumah Rusak Terdampak Ledakan di Mako Brimob Srondol

Perbaikan Ditanggung Polda Jateng

Tim Jibom yang menyisir menyatakan lokasi ledakan belum dipastikan aman.

SEMARANG – Lokasi ledakan gudang bahan peledak dan bom militer sisa zaman perang yang berada di Mako Brimob Srondol belum sepenuhnya aman. Hal itu membuat tim Laboratorium Forensik (labfor) Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang serta tim Inafis Polda Jateng dan Polrestabes Semarang belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara. Sedikitnya 44 rumah rusak akibat insiden tersebut.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel berkoordinasi dengan Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko di Mako Brimob Srondol. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan tim Jibom yang menyisir menyatakan lokasi ledakan belum dipastikan aman. Hal itu lantaran masih ada sisa handak di lokasi yang belum meledak dan sedang dilakukan evakuasi dengan sangat hati-hati.

“Tim Labfor belum bisa masuk karena tim Jibom menyatakan lokasi belum aman untuk olah TKP. Jibom masih evakuasi handak dan memastikan keamanan belum selesai. Beberapa handak memang ada yang sudah diamankan tetapi masih ada beberapa yang tertimbun runtuhan tembok dan kerangka atap. Ini memerlukan waktu,” katanya.

Disinggung terkait potensi adanya ledakan lagi, Rycko menyatakan kemungkinan tersebut masih ada. Pasalnya benda yang disimpan di gudang tersebut merupakan bahan peledak.

“Masih karena itu handak, itu bom kan. Makanya kami harus memastikan keamanan sampai tuntas sebelum dilakukan olah TKP,” ungkapnya.

Rycko menambahkan, hasil pendataan yang dilakukan petugas hingga tadi sore diketahui ada 44 rumah yang rusak akibat ledakan gudang tersebut. Proses perbaikan rumah yang terdampak tersebut dilakukan oleh Polda Jateng.

Namun polisi memastikan keamanan masyarakat di sekitar Mako Brimob Srondol dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Sementara itu, Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol Anang Revandoko, mengatakan proses evakuasi handak hari ini dihentikan sementara. Evakuasi dan penyisiran akan dilanjutkan besok Minggu (15/9/2019). Rencananya proses disposal akan dilakukan setelah dievakuasi tetapi hal itu masih membutuhkan waktu. Bahkan pihaknya tidak dapat memberikan target.

“Sore hold dulu, besok main lagi. Kita ambil handak yang belum meledak untuk diamankan,” katanya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.