4.000 Keluarga Belum Miliki Jamban

Tahun 2021 ditargetkan, seluruh keluarga di Kota Semarang memiliki jamban.

SEMARANG- Sebanyak 4.000 keluarga di Kota Semarang tak memiliki jamban di rumah masing-masing. Mereka menggunakan jamban komunal yang ada di lingkungannya.

Ilustrasi sungai tercemar. Bakteri Ecoli bisa terbawa melalui sungai. Foto: metrojateng.com

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, bakal menanggulangi kondisi itu, karena akan menimbulkan pencemaran bakteri Ecoli bila buang air besar (BAB) sembarangan.

Menurut dia, sejauh ini warga yang belum punya jamban BAB di WC komunal. Namun, tak menutup kemungkinan warga itu BAB sembarangan. Pihaknya bakal memberikan bantuan
kepada warga yang belum memiliki jamban itu melalui dana APBD dan CSR dari perusahaan.

“Kita targetkan 1.500 keluarga setiap tahunnya memiliki jamban. Targetnya pada 2021 mendatang Semarang 100 persen bebas BAB sembarangan,” kata dia dalam deklarasai Open Defecation Free (ODF) atau bebas BAB sembarangan, di Balai Kota Semarang, Senin (3/12/2018).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan dokter Riskiyana Sukandhi Putra, yang hadir dalam deklarasi itu mengatakan, target dari gerakan ODF di antaranya masyarakat terfasilitasi kebutuhan untuk BAB.

“Tidak hanya mencegah penyakit, melainkan juga penyakit lain yang berdampak pada stunting,” kata dia. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.