Sudirman Said Ingin Patahkan Mitos Jateng Kandang Banteng

Konsolidasi tim sukses di Posko Pemenangan Sudirman-Ida, Jalan Pamularsih Semarang. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

 

SEMARANG – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said optimistis bakal mematahkan mitos Jawa Tengah sebagai kandang banteng. Seperti diketahui, kandang banteng dikenal sebagai sebutan basis massa PDIP yang berkuasa di suatu daerah.

Walau terdapat 17 bupati dan walikota dari kader PDIP, mulai dari Kota Semarang, Solo, Banyumas, Purbalingga, Brebes sampai Boyolali, namun, ia mengaku sebutan kandang banteng tidak tepat bagi Jawa Tengah.

“Jawa Tengah harus dikembalikan pada martabatnya, yakni sebagai tempatnya manusia seutuhnya,” ungkap Sudirman, saat berkonsolidasi dengan timsesnya di Posko Pemenangan Sudirman-Ida, Jalan Pamularsih Semarang, Minggu (28/1).

Ia berpendapat bahwa pemimpin yang baik harus memberi perhatian yang diarahkan serius kepada kelompok marginal. Dengan begitu, kelompok di atasnya pasti ikut. “Yang bawah difasilitasi, yang di atas perlu sedikit diawasi,” imbuhnya.

Ia menuturkan kemiskinan yang ada di Jawa Tengah kini terbilang tinggi. Dari data yang ia himpun belum lama ini, tingkat kemiskinan pada 2017 mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa. Sudirman mengatakan ada lima belas kabupaten yang masuk zona merah. Ini artinya 20 persen penduduk 15 kabupaten hanya mampu menghidupi dirinya dengan biaya di bawah Rp 10.000 per hari.

Menurutnya perubahan hanya bisa diraih jika pemimpinnya yang memulai. Jika pemimpinnya, kepala kantornya memecahkan persoalan sungguh-sungguh, bawahannya tentu mengikutinya. “Tidak banyak yang tahu, bahwa selain jumlah keluarga miskin tersebut, masih terdapat 15.229.994 jiwa yang terjebak kategori belum sejahtera. Ini cukup mengkhawatirkan,” paparnya.

Kepada relawan yang hadir, ia berpesan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan dimulai dari sekitar, dengan musyawarah dan gotong royong. “Saya tidak akan menyuarakan permusuhan,  namun perubahan. Memang jalan semakin menanjak, namun kawan yang bergabung juga semakin banyak,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.