Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Direktur PT Bintraco Dharma, Joko Trisanyoto (kanan) memberikan bantuan kepada Kepala SMK 7 Semarang Sudarmanto berupa sarana prasarana dan workshop management atau bengkel mini di sela peluncuran kelas industri di sekolah tersebut, Kamis (23/11).(foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)
SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi siswa sekolah kejuruan. Dibutuhkan kompetensi lain agar para lulusan sekolah tersebut dapat diterima di dunia usaha.
Maka antara pihak sekolah dan industri harus terus meningkatkan kerja sama dan sinergi. Hal itu dilakukan SMK 7 Semarang dan PT Bintraco Dharma. Kedua pihak tersebut meningkatkan kerja sama bersamaan SMK 7 meluncurkan kelas industri atau teaching factory, Kamis (23/11).
Bintraco sebagai holding company dari Nasmoco Group memberikan bantuan senilai Rp 150 juta dalam bentuk sarana prasarana dan workshop management atau bengkel mini. Bantuan itu untuk memfasilitasi siswa jurusan Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif di SMK 7.
Direktur PT Bintraco Dharma, Joko Trisanyoto mengatakan, pihaknya sebagai perusahaan terbuka perlu bekerja sama dengan sekolah kejuruan. Adapun, yang sudah dibina selama ini salah satunya SMK 7.
”Kerja sama kami sudah terjalin sejak tahun 1997 melalui sejumlah program salah satunya Toyota Tecnical Education Program. Sekarang kami ingin tingkatkan pembinaan tersebut seiring SMK 7 meresmikan kelas industri,” ungkapnya di sela peluncuran.
Sekarang Bintraco tidak hanya membina keterampilan siswa dalam bidang teknisi otomotif. Akan tetapi, juga melatih dan mendampingi sekolah dalam manajemen atau pengelolaan bengkel sebagai tempat praktek kerja. ”Jadi kami mendirikan bengkel mini disini agar pembinaan tidak sekadar keterampilan memperbaiki mobil tapi juga mencakup manajemen kebengkelan,” tutur Joko.
Dengan bekal itu para siswa setelah lulus tidak hanya siap terjun di dunia industri, tapi bisa berwirausaha membuka bengkel sendiri. Untuk itu, bantuan Bintraco juga tidak hanya sarana prasarana tapi juga pembinaan dengan melatih guru, siswa dan instruktur di SMK 7. ”Memang tujuan kami melakukan ini sebenarnya untuk membuat sinergi antara SMK dan industri. Sekaligus menyiapkan SDM lulusan SMK menjadi siap pakai di industri,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK 7 Semarang, Sudarmanto mengatakan, untuk mengembangkan pembelajaran da membekali siswa pihaknya sudah bekerja sama dengan 380 perusahaan. Bintraco merupakan salah satu perusahaan yang sudah lama menjalin kerja sama.
”Kini dengan pembukaan kelas industri kami ingin memperkuat kerja sama. Tujuannya, agar ke depan anak-anak lulus sesuai dengan kualifikasi dan standarisasi di industri. Sehingga dari sekarang kita siapkan lulusan yang berkualifikasi,” katanya. (ang)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 41 = 43

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.