35 Ribu Personel Disebar untuk Amankan Pemilu 2019 

Ditempatkan Sesuai Tingkat Kerawanan

Beberapa indikator daerah rawan seperti letak geografis, kemudian apakah daerah tersebut pernah terjadi konflik, dan juga bisa dilihat dari angka kriminalitas yang terjadi.

SEMARANG – Polda Jateng telah memetakan daerah-daerah rawan gangguan keamanan. Pemetaan tersebut digunakan sebagai acuan strategi pengamanan dalam Pemilu 2019 pada bukan April mendatang. Sementara jumlah personel gabungan yang disiapkan dalam pengamanan Pemilu 2019 lebih kurang 35.000 anggota dan tersebar di seluruh wilayah Jateng.

Simulasi Sispamkota di Jalan Pemuda Semarang, beberapa waktu lalu. Polda Jawa Tengah mengerahkan 21 ribu personel untuk pengamanan Pemilu 2019. Foto: dok metrosemarang.com

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan terkait pengamanan Pemilu pada tanggal 17 April 2019 nanti Polda Jateng telah menggelar Operasi Mantap Brata. Polda Jateng juga sudah memetakan kerawanan-kerawanan yang ada di wilayah Jateng.

“Hasil pemetaan tadi digunakan dalam strategi pengamanan. Daerah mana yang dirasa rawan tentu berbeda dalam pengamanan,” katanya, Selasa (26/2/2019).

Pemetaan daerah rawan tersebut, lanjut Agus, dilakukan dengan beberapa indikator. Seperti letak geografis, kemudian apakah daerah tersebut pernah terjadi konflik, dan juga bisa dilihat dari angka kriminalitas yang terjadi. “Tingkat kerawanan juga mempengaruhi penempatan personel, hingga di tingkat TPS,” jelasnya.

Sementara dalam Operasi Mantap Brata ini total ada 35 ribu personel yang disiapkan. Jumlah tersebut terdiri atas 23 ribu personel Polri dan sekitar 12 ribu personel TNI. “Selain itu nanti juga ada personel dari unsur-unsur lain di luar TNI-POLRI yang membantu pengamanan,” papar Agus.

Puluhan ribu personel tersebut akan tersebar di seluruh daerah di Jateng. Personel keamanan ditempatkan mulai pendistribusian logistik Pemilu hingga pengamanan di tingkat TPS. “Daerah atau TPS yang rawan tentu jumlah personel yang ditempatkan berbeda dibandingkan yang aman,” pungkasnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.