35 Pengguna Benzo Terjaring BNN Banyumas

Benzo biasa dipakai untuk mengatasi gangguan kegelisahan, gangguan tidur, dan ketergantungan alkohol.

BANYUMAS – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas menjaring 35 orang yang positif mengonsumsi benzodiazepin sepanjang 2018. Dalam kurun waktu setahun terakhir satu kasus penyalahgunaan narkotika juga berhasil diungkap.

BNNK Banyumas merilis laporan kegiatan sepanjang 2018, Jumat (28/12). Foto: metrojateng.com

Kepala BNNK Banyumas, Agus Untoro mengatakan, sepanjang 2018 pihaknya telah melakukan diseminasi informasi melalui tatap muka (penyuluhan) sebanyak 107.073 titik. “Kami terus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari serangan narkotika,” katanya saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jumat (28/12/2018).

“Kami juga menyebarkan 331 spanduk himbauan di balai desa/kelurahan, 27 kecamatan, 2 baliho, serta 90 di tempat strategis,” terangnya.

Dia menambahkan, BNNK Banyumas telah melaksanakan tes urine sebanyak 34 kali di berbagai instansi. Hasilnya, 35 orang positif mengonsumsi benzo atau obat penenang.

Obat golongan benzodiazepin diketahui memiliki jenis yang cukup banyak, di antaranya adalah alprazolam, nitrazepam, serta diazepam. Biasa dipakai untuk mengatasi gangguan kegelisahan, gangguan tidur, dan ketergantungan alkohol. Karena efeknya menenangkan, obat ini sering disalahgunakan.

“Tes urine kami lakukan di instansi pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat. Kami juga berhasil merehabilitasi 66 orang pemakai obat terlarang,” dia menambahkan.(MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.