Wartawan Harus Perangi Hoaks

Pelantikan anggota PWI Magelang. (foto: metrojateng.com/ch Kurniawati)

MAGELANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang, Adi Daya Perdana mengajak seluruh wartawan di Magelang untuk memerangi berita hoaks. Berita hoaks yang akhir-akhir ini masih banyak muncul, membuat keprihatinan tersendiri. “Karenanya menjadi tugas wartawan untuk bisa memerangi berita- berita hoaks,” tegas Adi Daya saat pelantikan PWI kota Magelang, di Hotel Atria Magelang, Sabtu (30/9).

Pelantikan dilakukan ketua PWI Jateng, Amir Machmud dan di hadiri jajaran pengurusnya. Hadir pula Walikota Magelang, Ir Sigit Widyonindito, Wakil Walikota Windarti Agustina, Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, dan para kepala OPD di jajaran Pemkot Magelang.

Prosesi pelantikan dilakukan dengan cara berbeda. Seluruh pengurus PWI yang dilantik mengenakan baju tradisional Jawa. Yang unik, saat pengurus akan maju kedepan, mereka kirab terlebih dahulu mengikuti cucuk lampah yang diperankan oleh seniman Eka Pradaning. Taburan bunga mawar merah putih menambah nuansa menjadi semakin unik.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud mengatakan, pelantikan ini adalah yang paling unik dan megah sepanjang dirinya melantik pengurus PWI di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah. “Kreasi, gagasan, dan ide teman-teman wartawan Kota Magelang sangat mengejutkan,” ujar Amir mengawali sambutan.
Menurutnya, PWI Kota Magelang tak hanya berbeda dalam hal pelantikan, namun juga anggota yang ada. Rata-rata dari mereka adalah wartawan muda. Salah satu parameter dari organisasi yang berdaya tarik dan seksi, kata Amir, adalah menciptakan magnet bagi kalangan muda.

“Dan PWI saat ini tengah berusaha menjawab fenomena tersebut,” imbuh Amir.

Dia juga menyinggung tentang berita hoaks, dimana hal itu merupakan permasalahan bersama. Karena tidak hanya bersumber dari media mainstream, namun dari media sosial yang rata-rata digunakan semua orang.
Ia juga mengajak para wartawan muda yang dinamis, untuk tidak bergerak dengan jurnalisme yang terlalu bergegas. Karena akan ciptakan celah hukum yang akan tinggalkan luka. Amir menyebutkan, terdapat tiga hal yang menunjukkan jurnalisme yang bagus. Yakni akuntabilitas, disiplin verifikasi, dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, Kepercayaan masyarakat ini yang paling penting. Dan berita yang baik bukan hanya sekedar sensasi, namun mampu mengembangkan daerah agar bisa tumbuh dan maju.

Walikota Magelang, Sigit Widyinindito menambahkan, keberadaan media telah membantu dirinya selama ini. Dia pun mengaku hadir dalam pelantikan karena kecintaan kepada para jurnalis. Ia mengakui, selama dirinya menjabat, ia merasa sangat nyaman dan terbantu oleh media. Ketika informasi disampaikan seimbang, bertanggung jawab, mencerdaskan masyarakat, hasil akhirnya akan baik.

Salah satu program yang menurutnya terbantu oleh media adalah pengentasan kemiskinan di Kota Magelang. Tahun 2015 lalu, prosentase kemiskinan mencapai 15 persen, sekarang berkurang menjadi 9 persen. Di Jateng saja, turunnya hanya 1 persen. “Ini adalah contoh dimana ketika berita bagus, akhirnya akan berdampak luar biasa,” ungkapnya. (MJ-24)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

89 − 88 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.