2 Kali Gagal Lelang, Puskesmas Brangsong Terancam Mangkrak

Kondisi bangunan Puskesmas Brangsong yang baru selesai kerangka fisiknya saja. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – DPRD Kabupaten Kendal pesimis pembangunan Puskesmas Brangsong di Jalan Raya Brangsong, Kendal akan selesai tahun ini. Hingga kini untuk pembangunan tersebut belum selesai proses lelang, lantaran dua kali gagal. Bahkan lelang sudah dua kali mengalami kegagalan. Sementara, waktu yang dibutuhkan untuk lelang sekitar dua pekan. Sehingga hanya menyisakan tiga bulan di tahun ini untuk merampungkan pekerjaan.

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Ahmat Suyuti, menyayangkan lambannya kinerja pemerintah kabupaten dalam melanjutkan pembangunan Puskesmas Brangsong. Padahal pembangunan untuk tahap dua telah dianggarkan di APBD Kendal 2017 sebesar Rp 1 miliar. ‘’Seharusnya lelang dilakukan pada awal tahun. Sehingga Maret bisa mulai dikerjakan dan September proyek selesai,” kata Suyuti, Jumat (15/9).

Menurut Suyuti, pekerjaan fisik diperkirakan membutuhkan waktu enam bulan. “Dengan sisa tiga bulan ini, saya pesimis pembangunan bisa berjalan. Padahal puskesmas sangat berkaitan dengan pelayanan kesehatan,” lanjutnya. Dia tidak mengerti mengapa sampai terjadi gagal lelang sampai dua kali.

Kegagalan itu, kata Suyuti, menunjukkan pemerintah kurang serius memperhatikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara ini pelayanan Puskesmas menempati bangunan di sebelah timur Sungai Waridin. ‘’Kondisinya kurang layak, karena tidak luas, sehingga pasien penuh sesak,’’ terangnya.

Anggota Komisi C DPRD Kendal, Slamet Riyadi, mengatakan, pembangunan puskesmas dilakukan sejak 2016. Kala itu dianggarkan Rp 3 miliar dan hanya menyelesaikan kontruksi fisik. Lantaran waktunya tidak mencukupi, Dinas Kesehatan Kendal memutus kontrak. “Penyerapan anggaran saat itu sekitar 60 persen dari Rp 3 miliar,” tutur Slamet yang tahun 2016 masih berada di Komisi D dan ikut serta dalam pembahasan pembangunan tersebut.

Kepala ULP Kendal, Sudaryanto, mengatakan, lelang untuk pekerjaan sudah dilakukan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2017. Dia mengatakan, dua kali mengalami gagal lelang, karena tidak terdapat peserta lelang yang memenuhi syarat. “Banyak kontraktor yang mendaftar, tetapi semuanya tidak memenuhi syarat,” kata dia. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.