30 UMKM Dibekali Penggunaan Sistem Aplikasi Simpan Pinjam Online

Anggota koperasi dapat melakukan simpan pinjam secara online di manapun dan kapanpun.

Dosen FTIK USM memberi sosialisasi dan pelatihan penggunaan sistem informasi manajemen koperasi kepada 30 anggota Koperasi Federasi Pekerja Mandiri, Rabu (30/1/2019). Foto: dokumentasi

 

SEMARANG – FTIK Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberikan pelatihan kepada anggota Koperasi Federasi Pekerja Mandiri (FPM) Jateng Sejahtera. Koperasi ini dilirik lantaran jumlah anggota yang cukup banyak, yakni mencapai 300 UMKM usaha dagang Jawa Tengah.

 

Sebelumnya, Tim PkM yang terdiri dari Febrian Wahyu Christanto, Aria Hendrawan dan Agusta Praba melakukan analisis situasi pada Koperasi FPM Jateng. Hasilnya, Koperasi FPM Jateng memerlukan sistem informasi manajemen untuk pendataan keanggotaan, simpan dan proses pinjam yang dapat dilakukan secara online.

 

“Maka dengan program PkM dari USM, dibangunlah sistem informasi manajemen untuk koperasi. Sistem yang dirilis pada Desember 2018 ini, diharapkan dapat memudahkan baik pengelola maupun anggota koperasi dalam melakukan manajemen dan proses bisnis simpan pinjam,” ujar Aria Hendrawan.

 

Pada Rabu (30/1/2019), para dosen tersebut memberi sosialisasi dan pelatihan penggunaan sistem informasi manajemen koperasi kepada 30 anggota koperasi. Materi yang diberikan terkait penggunaan fitur-fitur pada sistem, seperti registrasi member baru dan lama, fitur setoran simpanan, fitur pengajuan pinjaman dan fitur setoran angsuran.

 

Setiap peserta mempraktikkan secara langsung materi pelatihan di Lab M1.2.1 FTIK USM dengan mengakses secara langsung sistem informasi manajemen. Seluruh peserta menanggapi positif dengan adanya sistem informasi manajemen, karena memudahkan anggota koperasi dalam melakukan simpan pinjam yang dapat dilakukan secara online di manapun dan kapanpun.

 

“Pelatihan ini diharapkan meningkatkan pemahaman peserta dalam memahami antarmuka sistem sehingga akan familiar dengan sistem online yang lain dan dapat mengatasi masalah yang dihadapi dalam pendataan keanggotaan di seluruh Jawa Tengah,” ungkap Febrian. (ade)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.