3.434 Kendaraan Dinas Diapelkan di Stadion Utama Kendal

Pengecekan Fisik dan Administrasi

Kendaraan dinas tidak boleh disalah gunakan seperti dibawa keluarga, atau untum kepentingan pribadi lainnya.

KENDAL – Sedikitnya 3.434 kendaraan dinas plat merah milik Pemerintah Kabupaten Kendal dikumpulkan di stadion utama Kendal, Rabu (10/04) siang. Ribuan kendaraan kendaraan tersebut diperiksa kelengkapan surat-suratnya. Pengecekan ini juga untuk mengetahui apakah kendaraan dinas yang dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu dirawat dengan baik atau tidak.

advertorial
Bupati Kendal Mirna Annisa memantau pengecekan kendaraan dinas milik Pemkab Kendal, Rabu (10/04) siang di halaman Stadion Utama kendal. Foto: metrojateng/edi prayitno

Ribuan kendaraan dinas yang dikumpulkan ini dalam keseharian dipergubakan oleh ASN dari tingkat kecamatan, UPTD hingga dinas. Satu persatu kendaraan dinas ini dicek dan didata oleh Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang menangani aset Pemerintah Kabupaten Kendal.

Apel kendaraan dinas ini dilakukan berdasar Peraturan  Pemerintah  Nomor  27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Peraturan Mendagri Nomor 19 Tahun 2016 serta Perda Kabupaten Kendal  Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pengelolaan  Barang Milik  Daerah.

“Tujuannya agar  kendaraan dinas tersebut  dapat digunakan untuk menunjang kinerja pegawai negeri sipil serta masing masing  dinas bisa merawat dengan  baik,” jelas  Kepala  Bakeuda  Kendal, Agus Dwi Lestari.

Ditambahkan, pengecekan ini  juga untuk mencocokkan apakah aset milik pemerintah tersebut  secara  fisik  masih ada  dan  secara  administarasi  ada kelengkapanya  semua.

“Ada 3.434 kendaraan plat merah  yang di lakukan pemeriksaan baik dari badan pemeriksa keuangan maupun dari aset daerah. Kendaraan tersebut terdiri  dari 2.825 kendaraan  roda  dua, 188 unit kendaraan roda  tiga, 34 unit  kendaraan  roda  enam  dan  457 unit kendaraan  roda  empat,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan tujuan   pengecekan agar  kendaraan dinas  yang  di pinjamkan  dapat  menunjang kinerja  para   pejabat   maupun  staf. “Namun  demikian tidak boleh disalah gunakan seperti dibawa keluarganya  sehingga  peruntukannya sebagai kendaraan dinas justru untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Mirna  menegaskan keterlibatan kepolisian dalam apel kendaraan dinas tersebut memberikan pengarahan tentang tertib lalu lintas. Terkait kendaraan dinas saat libur  boleh di bawa  pulang bupati  akan melihat  aturanya  terlebih dahulu. (ADV)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.