21 Narapidana Wanita Lapas Bulu Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pemilu

Bawaslu setempat menemukan fakta bahwa mereka tidak bisa melakukan rekam data e-KTP.

SEMARANG – Setidaknya terdapat 21 narapidana yang mendekam di Lapas Kelas II Bulu, Kota Semarang yang terancam tak bisa mengggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Musababnya, Bawaslu setempat menemukan fakta bahwa mereka tidak bisa melakukan rekam data e-KTP.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti mengatakan identitas puluhan narapidana wanita tersebut tidak terekam dalam sistem kependudukan milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Kami masih menunggu, rekomendasi Bawaslu belum final. Maka dari itu kami tunggu dulu sampai selesai perekaman e-KTP di lapas,” tuturnya, Sabtu (19/1/2019).

Untuk mengakali persoalan itu, Nining akan menelusuri nama orangtua kandung masing-masing untuk dicocokkan dengan identitas setiap narapidana.

Opsi lainnya, menurut Nining yaitu dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak KPU Kota Semarang untuk meminta Dispendukcapil mempercepat pendataan.

“Jika sudah melakukan perekaman, nanti akan dimasukkan dalam daftar pemilih tambahan (DPT),” akunya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.