Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BPOM Apresiasi Laboratorium Farmakologi Sido Muncul, Dorong Herbal Berbasis Bukti Ilmiah

METROJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk semakin serius memperkuat pengembangan produk herbal berbasis sains. Komitmen itu ditunjukkan melalui peresmian Laboratorium Farmakologi oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., di kompleks pabrik Sido Muncul, Selasa (9/6/2026).

Peresmian laboratorium tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam membangun budaya penelitian yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan produk herbal, mulai dari jamu, suplemen kesehatan, hingga minuman kesehatan yang telah lama dikenal masyarakat.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan, laboratorium tersebut dibangun untuk menghasilkan bukti-bukti ilmiah yang dapat memperkuat manfaat produk herbal Indonesia.

Menurutnya, di tengah berkembangnya informasi yang beredar di ruang digital, penelitian menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat memiliki dasar ilmiah yang jelas.

“Kami ingin mendapatkan bukti yang lebih banyak. Bukan hanya mengatakan produk ini baik, tetapi harus dibuktikan melalui penelitian yang benar. Dengan cara itu masyarakat memperoleh kepastian mengenai manfaat maupun keamanannya,” kata Irwan.

RESMIKAN LABFAR – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., didampingi Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk DR (HC) Irwan hidayat dan pejabat terkait meresmikan Laboratorium Farmakologi di kompleks pabrik Sido Muncul, Selasa (9/6/2026). (tya/redmetrojateng)

 

Ia menegaskan, orientasi perusahaan ke depan akan semakin berfokus pada riset. Hasil penelitian yang diperoleh nantinya tidak hanya digunakan untuk memperkuat produk yang sudah ada, tetapi juga menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi baru.

“Kalau hasil penelitian menunjukkan ada yang perlu diperbaiki, tentu akan kami perbaiki. Yang penting semuanya berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebenarnya telah berdiri sejak 2001. Awalnya fasilitas penelitian itu menempati bangunan sederhana di area pabrik. Namun meningkatnya kebutuhan riset mendorong perusahaan membangun laboratorium permanen yang lebih modern dan representatif.

Gedung seluas 288 meter persegi yang mulai beroperasi pada 2020 tersebut kini menjadi pusat berbagai penelitian farmakologi dan pengujian keamanan produk.

Berbagai penelitian telah dilakukan di laboratorium tersebut, mulai dari uji toksisitas akut dan subkronis, uji keamanan penggunaan jangka panjang, uji stamina, hingga pengujian aktivitas berbagai bahan herbal.

Salah satu produk yang telah melalui serangkaian penelitian adalah Tolak Angin. Bersama sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Diponegoro dan Universitas Sanata Dharma, Sido Muncul melakukan pengujian untuk memastikan keamanan dan manfaat produk tersebut.

KUNJUNGI PABRIK – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., didampingi Dirut Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengunjungi kompleks pabrik Sido Muncul, Selasa (9/6/2026), untuk melihat langsung proses pembuatan jamu. (tya/redmetrojateng)

 

Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan. Penggunaan dalam jangka waktu tertentu juga tidak menimbulkan gangguan terhadap fungsi hati maupun ginjal.

Selain itu, penelitian menunjukkan Tolak Angin Cair dapat membantu menjaga daya tahan tubuh melalui peningkatan respons sistem imun.

Irwan menilai hasil-hasil penelitian seperti itu penting untuk menjawab berbagai keraguan masyarakat terhadap produk herbal.

“Kami ingin masyarakat percaya karena ada datanya, bukan sekadar karena iklan atau cerita dari mulut ke mulut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memberikan apresiasi atas langkah Sido Muncul yang terus mengedepankan riset dalam pengembangan produknya.

Menurut Taruna, tidak banyak industri herbal yang memiliki laboratorium farmakologi sendiri. Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut menjadi aset penting bagi pengembangan industri herbal nasional.

“Yang dilakukan Sido Muncul merupakan langkah yang sangat baik karena seluruh klaim produk pada akhirnya harus didukung data dan penelitian. Inilah yang menjadi dasar bagi BPOM dalam memberikan jaminan keamanan, mutu, dan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Taruna juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu menggunakan produk yang telah memperoleh izin edar BPOM.

“Kalau produk sudah mendapatkan izin BPOM, berarti telah melalui proses evaluasi yang ketat. Masyarakat cukup memastikan kemasan dalam kondisi baik, ada izin edar, label yang jelas, dan belum melewati masa kedaluwarsa,” ujarnya.

Lebih jauh, Taruna berharap fasilitas penelitian yang dimiliki Sido Muncul dapat menjadi jembatan kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam mengembangkan kekayaan hayati Indonesia.

Indonesia, kata dia, memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kesehatan. Dengan dukungan riset yang kuat, potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi sekaligus meningkatkan daya saing industri herbal nasional.

Melalui peresmian Laboratorium Farmakologi ini, Sido Muncul menegaskan bahwa masa depan jamu dan herbal Indonesia tidak hanya bertumpu pada warisan tradisi, tetapi juga pada penelitian, data, dan pembuktian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.