Harga Gabah Tembus Rp 7.000, Senyum Petani Bandongan Mengembang
METROJATENG.COM, MAGELANG – Musim panen kedua tahun ini membawa senyum lebar bagi petani padi di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Harga gabah yang melesat hingga Rp7.000 per kilogram menjadi berkah tersendiri, membuat para petani meraup keuntungan signifikan.
Di lereng Gunung Sumbing, khususnya Desa Salamkanci, hamparan padi varietas mentik wangi super yang menguning menjadi simbol harapan baru. Darsih (58), salah satu petani setempat, mengaku senang dengan hasil panen tahun ini yang melimpah dan bebas dari gangguan hama serius.
“Harga gabah mentik wangi basah tembus Rp7.000. Ini jenis yang pulen dan disukai pasar. Keuntungannya terasa sekali, apalagi biaya produksi sudah ditekan,” ujar Darsih.
Tak hanya panen berlimpah, para petani di Bandongan juga diuntungkan karena hasil gabah mereka sudah dipesan sejak awal oleh para pengepul langganan. Sistem penjualan langsung ini memberi kepastian pasar dan perputaran modal yang cepat bagi petani.
Gabah Mentik Wangi Jadi Primadona
Varietas mentik wangi super yang dibudidayakan di lahan seluas puluhan hektare kini menjadi andalan wilayah ini. Aromanya khas, teksturnya pulen, dan harganya stabil tinggi di pasaran. Bahkan, harga gabah kering panen (GKP) pun berada pada kisaran Rp6.000–Rp7.000/kg, di atas rata-rata nasional.
Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang mencatat, produktivitas padi di Bandongan kini mencapai 5,72 ton GKP per hektare. Secara keseluruhan, wilayah ini memiliki areal sawah seluas 2.602 hektare, dengan intensitas tanam dua kali setahun, menghasilkan lebih dari 4.800 hektare luasan tanam tahunan.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Arifan Sasongko, menyebutkan bahwa Kabupaten Magelang terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian, termasuk pengembangan pertanian organik.
“Tahun ini ada 1.681 hektare lahan padi organik tersertifikasi, tersebar di empat kecamatan. Ke depan, seluruh sawah di Kabupaten Magelang yang luasnya mencapai 25.268 hektare akan kita dorong menjadi pertanian organik,” ujar Arifan.
Bagi petani Bandongan, panen tahun ini bukan sekadar hasil, tapi juga momentum kebangkitan. Di tengah fluktuasi harga komoditas dan tantangan iklim, keberhasilan mempertahankan produktivitas tinggi serta harga yang menguntungkan adalah capaian yang layak diapresiasi.
Dengan dukungan teknologi pertanian, sistem distribusi yang terintegrasi, serta fokus pada varietas unggul seperti mentik wangi, petani Magelang membuktikan bahwa sektor pangan lokal tetap tangguh dan menjanjikan.
Comments are closed.