Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Guru Sumber Keteladanan

Oleh : Rahayu, S.Pd. Guru SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO- Aktivitas menulis yaitu menuangkan ide atau gagasan yang terjalin dengan koheren antar kata kemudian menjadi kalimat sehingga terjalin kepaduan paragraf dan menghasilkan makna yang utuh,serta informasi pun tersampaikan ke pembaca.

Tulisan apakah yang hendak ditulis tergantung ketertarikan kita atau passion kita untuk menuangkan gagasan yang sudah direncanakan, bisa jenis tulisan fiksi maupun non fiksi.

Terkait dengan guru dan kepenulisan, menarik untuk kita angkat sebagai bahan artikel ini. Fenomena maraknya kebangkitan minat baca dan tulis seiring dengan program pemerintah yakni literasi.

Berangkat dari hal tersebut peran guru menjadi model keteladhanan untuk para peserta didik. Tidak lucu jika guru mengembar gemborkan peningkatan minat baca dan tulis namun, dia sendiri anti baca dan tulis. Menjadi timpang ketika guru pada saat pembuatan soal, mengambil kutipan teks dari karya orang lain.

Masalah ini yang seharusnya kita sadari bersama sebagai seorang guru. Semua sikap dan karya kita akan ditiru dan diaplikasikan oleh peserta didik dan yang terjadi ada dua kemungkinan yaitu apakah kita akan menjadi guru menginspirasi atau guru omdo (Omong Doang)?

Menjamurnya kelas menulis secara online menjadi kabar gembira bagi kita semua terlebih bagi yang tipe introvert, yang hanya suka menyendiri di depan leptop atau handphonenya.

Tidak terlepas dari itu seorang guru juga harus duduk dibarisan paling depan dalam kelas kepenulisan, karena dari seorang guru kita dapat menanamkan banyak hal positif terhadap siswa.

Keteladanan dan insiprasi.

Motivasi menulis kerap dibutuhkan bagi seorang guru, selain sebagai media berkarya mencipta buku, dengan menulis gagasan-gagsan tersembunyi dibenak pikiran kita akan tersampaikan. Dengan menulis juga akan mengasah otak kita untuk terus berfikir sehingga akan mengurangi penyakit pikun.

Adapun manfaat menulis bagi kesehatan yang dilangsir oleh dr Andres Wilson Setiawan dari hellosehat.com diantaranya dengan menulis akan membantu memulihkan emosi, mengubah cara berpikir pasien kanker terhadap penyakit mereka sebuah study tahun 2008 dalam jurnal The Oncologist menunjukkan bahwa tulisan ekspresif dapat membantu pasien kanker, kemudian menulis dapat membuat hidup kita lebih terorganisir yaitu penulis yang paling sukses akan membuat jadwal untuk menulis dan benar-benar melakukannya di kalender.

Selain itu masih menilik manfaat dari menulis dari segi kesehatan yaitu membantu untuk tertidur karena menghabiskan waktu 15 menit di malam hari, hanya untuk menuliskan apa yang kita syukuri dapat memuat keajaiban terhadap tidur kita.

Menurut sebuah study “ Applied Psychology : Health and well-being”. Para peneliti menemukan bawa peserta studi yang menuliskan hal-hal yang mereka syukuri sebelum tidur memiliki kualiatas tidur yang baik dan lebih panjang .

Selain itu dengan menulis juga akan membuat pikiran dan tubuh kita menjadi lebih baik. Banyaknya manfaat menulis tidak ada alasan lagi untuk kita malas menulis atau membaca. Terlebih bagi seorang guru setiap harinya tidak terlepas dari aktivitas menulis. Baik menulis administrasi pembelajaran, buku modul pembelajaran, bank soal, media pembelajaran maka hukumnya wajib untuk setiap guru menyukai membaca dan menulis.

Disamping itu maraknya peningkatan golongan dan angka kredit kepegawaian untuk guru yang bersertifikasi, penulisan dan pembuatan buku akan sangat berperan.

Meski tulisan yang dimaksud harus benar-benar original karya sendiri bukan hasil dari Ghos Writter (GW), karena menulis itu seperti sebuah harga diri, di dalam tulisan kita akan tercermin kepribadian penulisnya.

Jika menulis sudah menjadi habbit setiap guru maka akan berimbas menghasilkan peserta didik yang cerdas, dan kritis yang diharapkan negeri tercinta kita Indonesia. Negara kita membutuhkan generasi yang cerdas, kritis dan berakhlak mulia. Bukankah di dalam ajaran agama Islam yang diperintahkan Allah SWT adalah “Iqra” yang artinya bacalah. Maka memang pondasi sebuah ilmu, baik ilmu agama dan ilmu yang sifatnya dunia yaitu dengan cara membaca dan menulis sebagai gerbang kesuksesan di dunia dan akhirat.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.