2020, BPS Gelar Sensus Penduduk Online

BPS menargetkan 25 persen masyarakat di Jawa Tengah bisa berpartisipasi dan mengakses sensus secara online.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melakukan sosialisasi sensus penduduk online melalui diskusi Membangun Data Statistik di Era Digital di Verve Resto & Cafe Semarang, Kamis (21/11/2019). Foto : metrojateng.com/anggun puspita.

 

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah akan kembali menggelar hajatan sensus penduduk pada tahun 2020. Adapun, kali ini sensus yang dilaksanakan 10 tahun sekali itu akan menerapkan sistem online.

Sensus penduduk online ini sesuai rencana dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2020. BPS menargetkan 25 persen masyarakat di Jawa Tengah bisa berpartisipasi dan mengakses sensus secara online.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, pihaknya menargetkan angka partisipasi masyarakat mengikuti sensus penduduk ini bisa mencapai 100 persen.

“Dari target partisipasi 100 persen, kami menargetkan 25 persen masyarakat melakukan sensus secara online dan sisanya 75 persen secara manual di bulan Juli 2020,” ungkapnya pada diskusi Membangun Data Statistik di Era Digital di Verve Cafe Semarang, Kamis (21/11/2019).

Untuk sensus penduduk nanti BPS akan merekrut kurang lebih 60 ribu petugas pencacah. Perekrutan petugas sensus akan diprioritaskan kepada penduduk lokal sesuai mereka tinggal.

“Kami merekrut dari penduduk lokal untuk menghemat. Perekrutan akan dilakukan Maret dan setelah lebaran sudah melakukan pelatihan sehingga Juli sudah mulai bergerak melakukan Sensus,” katanya.

Untuk Sensus Penduduk 2020 ini, BPS akan mengunakan metode kombinasi yakni data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Ducakpil Kemendagri) akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri atau Sensus Penduduk Online maupun door-to-door.

Saat ini, BPS Jawa Tengah juga sedang melakukan pembersihan data dan pemetaan di tingkat RW karena, banyak sekali ditemukan data yang berbeda.

“Sehingga, sampai akhir November akan di ground check untuk menetapkan master wilayah,” tutur Sentot.

Sementara, pada sistem online memiliki kelebihan, yaitu bisa mempercepat sensus serta mempermudah bagi masyarakat yang susah ditemui karena kesibukan. Selain itu, menyadari bahwa tingkat literasi internet penduduk Indonesia tidak semuanya sama. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.